Permintaan Pisang Petani di Lamsel Berkurang

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sejumlah petani penanam pisang di Lampung Selatan (Lamsel) alami penurunan permintaan. Ardiyanto, pemilik lahan tanaman pisang seluas setengah hektare di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni menyebut permintaan yang menurun dampak tidak langsung pandemi corona.

Sebab sejumlah pelapak pisang memilih mengurangi volume penjualan ke Jakarta, Banten dan Bogor. Pada kondisi normal permintaan pisang untuk pasar luar daerah disebut Ardiyanto mencapai satu ton. Kini ia hanya menjual ratusan kilogram pisang ke pengepul.

Sebagian hasil panen pisang dijual ke pelapak lokal yang akan menjualnya dalam kondisi matang. Penurunan permintaan disebutnya imbas pelaku usaha kuliner gorengan sebagian pulang kampung (mudik) lebih awal.

Ardiyanto yang menjual pisang sebelumnya dengan sistem tandan memilih menjual dengan sistem timbangan. Satu tandan pisang rata-rata memiliki berat 10 hingga 25 kilogram dengan harga menyesuaikan jenis pisang. Normalnya dua pekan sebelum Ramadan permintaan buah pisang tinggi namun kini menurun drastis.

“Pelapak lokal umumnya mendapat pesanan dari pelapak di wilayah Cilegon, Jakarta, Bogor namun imbas pemilik usaha kuliner berkurang pisang sebagai bahan baku juga alami penurunan permintaan,” terang Ardiyanto saat ditemui Cendana News, Senin (20/4/2020).

Ardiyanto, pemilik tanaman pisang di Dusun Kayu Tabu Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan membersihkan lahan untuk penanaman bibit baru usai pemanenan, Senin (20/4/2020). -Foto Henk Widi

Menanam pisang yang bisa dijadikan investasi jangka pendek diakui Ardiyanto jadi harapan petani. Sebab pisang yang telah berbuah dalam satu rumpun bisa dipanen setiap pekan. Sistem pemanenan bertahap dilakukan oleh petani sebelum pisang matang memudahkan proses pengiriman. Sebab pisang yang ditanam digunakan sebagai bahan kuliner dan disajikan sebagai buah segar.

Jenis pisang untuk kebutuhan buah segar disebutnya meliputi sereh, ambon lumut dan muli. Jenis pisang untuk bahan pembuatan kuliner meliputi raja nangka, kepok, tanduk, janten. Berbagai jenis pisang yang dijual dengan sistem timbangan dibeli pelapak mulai harga Rp1.000 hingga Rp6000 perkilogram. Pisang muli dibeli seharga Rp1.000, jenis pisang kepok, tanduk, janten kualitas bagus dijual Rp4.000 hingga Rp6.000 perkilogram.

“Pelapak lokal saat ini mengeluh pasar yang berkurang karena pedagang di Jakarta dan sekitarnya mulai berhenti operasi,” cetusnya.

Murni, salah satu pengepul pisang di Desa Tanjungheran, Kecamatan Penengahan menyebut permintaan sedang menurun. Bisnis jual beli hasil pertanian diakuinya menyesuaikan permintaan pasar. Normalnya sebelum masa puasa Ramadan permintaan buah pisang meningkat. Namun imbas tidak langsung corona permintaan tidak sebanyak tahun lalu.

“Konsumen terbesar buah pisang tentunya para pembuat keripik, gorengan dan kuliner berbahan pisang tapi saat ini sejumlah usaha tersebut berhenti operasi,” keluhnya.

Mengirim sekitar dua ton pisang ke pelapak di Bakauheni kini ia hanya maksimal mengirim satu ton. Berbagai jenis buah pisang yang masih diminati merupakan jenis pisang untuk buah segar. Sebab permintaan pisang bahan kuliner mulai jarang diminati imbas pedagang gorengan,makanan berbahan pisang mulai berkurang. Lesunya permintaan dipastikan masih akan berlangsung hingga berakhirnya pandemi corona.

Iwan, pemilik usaha pengepulan pisang di Desa Tanjungheran menyebut ia tidak bisa menolak pembelian. Sebab sebagian petani pisang menggantungkan hasil dari menjual pisang. Beruntung permintaan pisang dari pelapak di pasar Cilegon menurutnya masih tinggi. Sepekan ia bisa mengirim dua ton pisang untuk puluhan pelapak.

“Pelapak di Cilegon memenuhi sejumlah usaha kuliner gorengan di dekat pelabuhan Merak yang masih beroperasi,” cetusnya.

Selain memenuhi permintaan pasar luar Lamsel, mengantisipasi penurunan pesanan pisang dijual ke pasar lokal. Permintaan pisang untuk pasar lokal dilakukan di dekat Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Bakauheni. Sebab sektor usaha ekspedisi dan transportasi membuat usaha kuliner tetap berjalan. Meski permintaan turun ia menyebut usahanya tetap berjalan normal.

Lihat juga...