Pemerintah Dorong UMKM Tetap Bisa Berproduksi
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa mengungkapkan, bahwa pemerintah akan terus mendorong sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar tetap bisa berproduksi di tengah pandemi Covid-19 yang mewabah di Tanah Air.
Untuk dapat berproduksi, Suharso mengaku telah merekomendasikan kepada seluruh pemerintah daerah agar mendata usaha-usaha yang mengalami masalah ketersediaan bahan baku.
“Penyediaan bahan baku perlu melibatkan Bulog serta pemasok lain sesuai dengan bahan yang dibutuhkan oleh usaha mikro dan kecil,” ujar Suharso, Kamis (16/4/2020) di Jakarta.
Ketua Umum PPP ini juga menilai, bahwa kelompok UMKM perlu dihubungkan dengan platform digital yang menyediakan bahan yang dibutuhkan seperti e-commerce. Penyediaan bahan baku dengan harga terjangkau akan membuat harga jual menjadi lebih terjangkau. Selain itu, media distribusi atau jasa pengantaran seperti ojek online perlu dilibatkan agar mereka juga tetap mendapatkan penghasilan.
“UMKM membutuhkan penyuluhan dan pendampingan untuk melakukan transformasi model bisnis agar bisa bertahan. Transformasi bisa berupa modifikasi produk, digitalisasi hingga perubahan target pasar. Mereka perlu didampingi agar usaha yang dikerjakan tetap berjalan,” tambah Menteri.
Bukan tanpa alasam, mengutip survei yang dilakukan oleh Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI), Suharso menyatakan, bahwa dampak Covid-19 terhadap UMKM begitu terasa.
“Hampir seluruh UMKM mengalami penurunan penjualan. Sebesar 36.7 persen pelaku UMKM tidak memperoleh penjualan, sedangkan 26 persen nya mengalami penurunan penjualan lebih dari 60 persen,” tandasnya.
“Kebanyakan UMKM mengalami masalah pada ketersediaan bahan baku dan pembayaran kredit,” sambungnya.
Sebelumnya, pada agenda Rapat Terbatas (Ratas), Rabu (15/4/2020) kemarin, Presiden Jokowi juga menekankan hal serupa. Presiden secara khusus meminta seluruh jajarannya untuk memastikan agar UMKM tetap berproduksi.
“Saya minta untuk usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah diberikan peluang terus untuk berproduksi terutama di sektor pertanian, di sektor-sektor industri rumah tangga serta warung-warung tradisional, dan sektor makanan dengan protokol kesehatan yang ketat,” tegas Jokowi.