Pasien positif COVID-19 di Jatim mencapai 796 orang
SURABAYA – Jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Jawa Timur pada Senin (27/4/2020) bertambah 11 orang, sehingga secara keseluruhan mencapai 796 orang.
“Saat ini, total pasien positif COVID-19 di Jatim berjumlah 796 orang,” ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin (27/4/2020) malam.
Dari tambahan 11 pasien positif COVID-19 itu, di Kota Surabaya sebanyak lima orang, satu orang dari Sidoarjo, tiga orang dari Magetan dan dua orang dari Jember. Sementara, data pasien sembuh COVID-19 di Jatim, saat ini mencapai 144 orang atau bertambah empat orang dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 140 orang. “Alhamdulillah, hari ini ada empat tambahan pasien sembuh, yakni satu orang dari Surabaya, dua orang dari Situbondo dan satu orang dari Ponorogo,” ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.
Secara persentase, tingkat kesembuhan pasien corona di Jatm angkanya mencapai 18,09 persen. Untuk kasus meninggal dunia karena COVID-19 di Jatim saat ini mencapai 89 orang (11,18 persen) atau bertambah satu orang dari Surabaya.
Mantan Menteri Sosial itu mengimbau, masyarakat tetap tenang dan tetap mematuhi aturan-aturan yang sudah ditetapkan. “Jangan sampai dihentikan physical distancing atau jaga jarak, lalu tetap biasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” kata Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.
Data selanjutnya menyebut, warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jatim mencapai 2.769 orang atau bertambah dari data sehari sebelumnya 2.681 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat mencapai 18.509 orang atau meningkat dari sehari sebelumnya sejumlah 18.350 orang.
Terkait status daerah terjangkit atau zona merah, saat ini sebanyak 34 daerah atau hanya menyisakan empat daerah yang di wilayah setempat yang tidak ada kasus positif COVID-19. Keempat daerah tersebut adalah Kota Madiun, Kota Mojokerto, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Sampang.
Sebaran jumlah pasien positif COVID-19 di Jatim, hingga Senin (27/4/2020) pukul 17.00 WIB. Kota Surabaya 372 orang (bertambah lima orang dibanding sehari sebelumnya), Sidoarjo 81 orang (bertambah satu orang), Magetan 33 orang (bertambah tiga orang).
Lamongan 32 orang, Kabupaten Malang 28 orang, Kabupaten Kediri 25 orang, Gresik 22 orang, Tulungagung 18 orang, Kabupaten Probolinggo 17 orang, Lumajang 17 orang, Kota Malang 14 orang, Situbondo 12 orang. Kabupaten Pasuruan 12 orang, Nganjuk 10 orang, Ponorogo 9 orang, Bangkalan 9 orang, Kota Kediri 9 orang, Jember 9 orang (bertambah dua orang), Bojonegoro 8 orang, Jombang 7 orang, Pamekasan 7 orang, Kabupaten Blitar 6 orang, Kabupaten Mojokerto 6 orang, Kota Probolinggo 5 orang.
Kabupaten Madiun 4 orang, Sumenep 4 orang, Kota Pasuruan 4 orang, Banyuwangi 3 orang, Tuban 3 orang, Kota Batu 3 orang, Bondowoso 2 orang, Trenggalek 2 orang, Pacitan 2 orang, Kota Blitar 1 orang. (Ant)