Nasib Pedagang Bakso di Tengah Wabah Covid-19

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

BEKASI — Dampak pandemi Covid-19, membuat sejumlah pelaku usaha kebingungan, bahkan tak jarang yang menutup usaha, atau pulang kampung akibat lemahnya daya beli dan sepinya pengunjung. Seperti yang dialami oleh pedagang bakso di Kota Bekasi Jawa Barat.

Berbagai upaya dilakukan pedagang di Kota Patriot demi bisa bertahan hidup, salah satunya dengan tetap berjualan di tengah sepinya pengunjung.

“Wabah Virus Corona sangat berdampak sekali dengan penjualan. Omzet turun hingga 75 persen,” ungkap Maryanto, Ketua Paguyuban Pedagang Mie Baso (Papmiso) di Kota Bekasi, kepada Cendana News, Jumat (10/4/2020).

Saat ini, imbuh Maryanto, untuk menjual sampai 50 porsi saja sangat sulit.

Menurutnya pedagang yang masih tetap bertahan dan membuka di Kota Bekasi, karena jika kembali ke kampung halamannya khawatir di karantina 14 hari.

“Mereka yang bertahan tidak pulang kampung, penjual bakso yang anaknya sekolah di Bekasi. Kalau perantauan yang anaknya sekolah di Kampung semua sudah pulang, terutama pedagang keliling,”ungkap Maryanto.

Saat ini jelasnya, semua tempat pedagang sudah dipasang spanduk bertuliskan imbauan agar menjaga jarak. Terlihat dari 20 bangku tersedia isinya hanya satu atau dua orang saja.

Maryanto berharap, jika sampai terjadi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa ada relaksasi bagi pelaku UMKM di Kota Bekasi. Karena menurutnya bisa melalui teknik take away atau lainnya.

“Selama merebaknya wabah virus Corona jumlah pengunjung hanya satu dua orang. Itu hanya buat pelaku usaha bisa bertahan hidup saja,” paparnya.

Dikonfirmasi apakah kondisi wabah pandemi Covid-19 membuat pedagang bakso gulung tikar. Menurut Maryanto, tidak sampai ke sana, hanya saja omzet menurun dan jika kondisi kembali normal maka akan kembali berjualan seperti biasa.

Salah seorang pedagang bakso dan Mie Ayam di Jalan Wibawamukti II, Udin mengaku tetap bertahan meskipun jumlah pengunjung sebulan terakhir menurun derastis.

“Mau bagaimana lagi, kondisi sepi begini sejak sebulan terakhir. Sehari paling 20 porsi sudah syukur. Banyak juga yang bungkus bawa pulang,” ucapnya.

Lihat juga...