MUI Berharap Penggalangan Donasi Tangani Covid-19 Lebih Maksimal
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Islamic Dakwah Fund Majelis Ulama Indonesia (IDF MUI) berharap dengan dibentuknya Satgas Covid-19 MUI penggalangan donasi untuk tenaga medis dan masyarakat lebih maksimal.
Ketua IDF MUI, KH Misbahul Ulum, mengatakan, pihaknya telah menerima donasi sebesar Rp 204 juta dari berbagai kalangan untuk penanganan Covid-19.
Pengumpulan donasi tersebut bekerjasama dengan Komisi Dakwah MUI yang sementara ini diperuntukkan ke mitra-mitra MUI baik di pusat maupun daerah.
“Tentu dengan adanya Satgas Covid-19 MUI ini, penggalangan dana bisa lebih dimaksimalkan. Saat ini, kami telah menerima donasi sebesar Rp 204 juta untuk penanganan Covid-19,” kata Misbahul pada rapat pembentukan Satgas Covid-19 19 yang digelar secara daring, di Jakarta, Sabtu (11/4/2020), seperti dalam rilis yang diterima Cendana News, Sabtu (11/4/2020) malam.
Dia berharap langkah sederhana MUI ini dalam penggalanan donasi untuk tenaga medis dan masyarakat terdampak Covid-19 bisa menjangkau penerima manfaat yang lebih luas lagi.
Sementara itu, juru bicara Satgas Covid-19 MUI, KH. M. Cholil Nafis, menambahkan, ada dua hal besar yang akan dilakukan Satgas Covid-19 MUI untuk menanggulangi penyebaran virus dan mengatasi dampak dari virus.
Pertama, memberi edukasi dan pencerahan kepada umat secara spiritual dalam memutus mata rantai penularan virus dan cara bersikap secara keagamaan bagi yang terkena Covid-19, para medis, dan masyarakat.
“Bimbingan secara keagamaan oleh para dai akan dimaksimalkan kepada masyarakat melalui dakwah dan panduan tata cara ibadah yang baik, serta menyikapi musibah secara proporsional menurut tuntunan Islam,” jelas Cholil.
Kedua adalah menggalang bantuan secara material dari umat dan berbagai pihak untuk mengatasi kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para medis dan masyarakat. Juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang berkekurangan karena dampak Covid-19.
Menurutnya, secara terus menerus, Satgas Covid-19 MUI akan berkoordinasi dengan semua pihak. Termasuk memastikan mana saja dari wilayah Indonesia yang sudah masuk zona merah dan mana yang masih zona hijau.
“Juga memastikan kemungkinannya untuk tidak mudik demi memutus mata rantai Covid-19 dari bumi pertiwi,” pungkasnya.