Migrasi ke Tiket Online Sempat Sebabkan Antrean di Pintu Bakauheni
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Migrasi sistem pembelian tiket dari offline ke online pada pelabuhan penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) sempat menyebabkan antrean. Ratusan kendaraan didominasi truk ekspedisi asal Sumatera tujuan Jawa terpaksa mengantre sejak Jumat malam (3/4) dan mulai terurai Sabtu (4/4/2020).

Hasan, pengemudi truk ekspedisi asal Lampung Timur pengangkut udang mengaku antre selama tiga jam. Antrean dialami sejak pertigaan Menara Siger, pertemuan antara Jalan Lintas Timur dan Jalan Lintas Sumatera.
Meski sosialisasi telah dilakukan sejak awal tahun, di launching awal Maret silam, Hasan menyebut pengguna jasa masih sempat mengalami kendala.
“Sebagai pengemudi kendaraan ekspedisi kami siap menerima sistem apapun yang digunakan untuk pembelian tiket, tapi agar bisa disederhanakan dan tidak justru merugikan pengguna jasa yang harus terlambat dalam mengantarkan barang,” terang Hasan saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni, Sabtu (4/4/2020)
Hasan menyebut mengaku masih beruntung sebab pengurus bisa membeli tiket offline atau langsung. Pengaturan lalu lintas oleh satuan lalu lintas Polres Lampung Selatan menurutnya membuat antrean bisa diatur.
Antrean akibat pemberlakuan reservasi tiket online juga dikeluhkan oleh Sugiyono, penyedia jasa penyeberangan CV Dian Jaya di Bakauheni. Ia menyayangkan penerapan dilakukan dalam masa keprihatinan Coronavirus Disease (Covid-19).
“Penerapan reservasi tiket online bagus tapi fasilitas untuk shelter di depan loket belum memadai, berimbas antrean, bahkan macet,” cetus Sugiyono.
Imbas penerapan reservasi tiket online menurut Sugiyono dapat merugikan perusahaan. Sebab keterlambatan waktu harus mengeluarkan biaya operasional lebih banyak, terutama biaya makan bagi pengemudi.
Hanung Haninditio, Kepala Cabang PT Hutama Karya ruas Bakauheni-Terbanggibesar menyebutkan tidak ada antrean kendaraan. Sebab gerbang tol Bakauheni Selatan ke pintu masuk Bakauheni mencapai 4 kilometer.
“Informasi lapangan tidak ada kemacetan dan jalannya sudah kosong,” ungkapnya.
Ia juga memastikan kendaraan yang menggunakan tol Sumatera lancar. Meski sempat ada antrean, bisa terurai setelah tiba di pintu masuk pelabuhan Bakauheni.
“Sejumlah petugas telah dikerahkan dari Hutama Karya dan Ditlantas Polda Lampung dari unit PJR berkoordinasi dengan Satlantas Polres Lamsel urai antrean,” terangnya.
Terkait antrean di pintu masuk pelabuhan Bakauheni, AKP Agustinus Rinto membenarkan. Namun koordinasi dengan pelabuhan Bakauheni PT ASDP Bakauheni yang mengoperasikan pembelian tiket online membuka pembelian tiket offline mampu mengurainya.
“Ada sebanyak 8 loket pembelian tiket kendaraan diputuskan 4 offline dan 4 online sehingga antrean kendaraan bisa diurai,” tegas Agustinus Rinto.
Terkait antrean kendaraan di pintu masuk pelabuhan imbas pemberlakuan tiket online, Cendana News mencoba mengonfirmasi ke Humas PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Syaiffulail Maslul, namun belum mendapat jawaban.