Kabupaten Sikka Kembali Perpanjang Belajar dari Rumah
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
MAUMERE — Pemerintah kabupaten Sikka kembali memperpanjang kegiatan belajar di rumah hingga tanggal 30 Mei 2020 bagi semua jenjang pendidikan sejak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
Masa libur sekolah sebelumnya juga diberlakukan selama 14 hari sejak tanggal 21 Maret hingga 4 April 2020 dan kembali diperpanjang lagi sejak tanggal 4 April sampai 21 April 2020.
“Memang benar masa belajar di rumah kembali diperpanjang hingga akhir Mei 2020. Bupati sudah mengeluarkan suratnya,” kata kepala dinas Pendidikan,Kepemudaan dan Olahraga (PKO) kabupaten Sikka, Mayella da Cunha, Kamis (23/4/2020).
Yell sapaannya mengatakan, hal ini memperhatikan Instruksi Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor : 443/ 102/PK/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Infeksi Corona Virus Discase 2019 (COVID-19) pada satuan Pendidikan di provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Semula liburnya sampai dengan tanggal 22 April 2020, diperpanjang sampai dengan tanggal 30 Mai 2020 dan masuk sekolah kembali pada 1 Juni 2020,” jelasnya.
Yell menambahkan, guru harus mempersiapkan bahan ajar dan tetap melaksanakan pembelajaran selama dirumahkan dengan menggunakan salah satu atau lebih metode pembelajaran, seperti metode online.
Dalam metode ini, bebernya, guru menyiapkan kelas maya menggunakan akses Rumah Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, belajar.kemdikbud.go.id
Guru diminta memberikan bimbingan, tugas dan evaluasi pembelajaran melalui media sosial WhatsApp atau Google Formulir.
Sementara untuk metode offline lanjutnya, guru mengunduh materi ajar dari internet atau Rumah Belajar lalu dibagikan kepada peserta didik masing-masing untuk dipelajari.
“Menggunakan metode penugasan secara manual yaitu guru memberikan penugasan secara manual kepada peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar yang ada untuk dikerjakan di rumah dan dikumpulkan pada saat masuk sekolah,” jelasnya.
Maria Parera salah satu orang tua murid mengaku anaknya yang bersekolah di SD Inpres dan SMP swasta di kota Maumere belum mendapatkan tugas belajar maupun informasi bahan pembelajaran selama murid diliburkan.
Maria pun mengaku selama di rumah anak-anak tidak mengetahui harus belajar apa, sehingga ditakutkan murid akan semakin bodoh karena tidak belajar sama sekali.
“Kami juga bingung anak-anak mau belajar apa.Terpaksa kami suruh saja mereka baca buku apa saja agar jangan sampai mereka hanya main dan menonton televisi,” ungkapnya.