Jelang Ramadan, Tradisi Ziarah Kubur di Belitung Tetap Lestari
BELITUNG – Masyarakat di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melestarikan tradisi ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadan 1441 Hijriah.
“Memang setiap menjelang bulan suci Ramadan kami beserta keluarga besar selalu mengunjungi makam keluarga untuk berziarah,” kata salah seorang peziarah Reni Winda Novita di TPU Rimba Parak Tanjung Pandan, Minggu.
Ia menjelaskan kegiatan ziarah kubur biasanya dilaksanakan mulai 30 hari menjelang bulan Ramadan atau ketika telah memasuki bulan Sya’ban dalam kalender Hjiriah dimana masyarakat setempat juga mengisi bulan tersebut dengan tradisi “ruwahan”.
“Dikenal dan banyak orang menyebutnya dengan bulan “ruwah” biasanya masyarakat menggelar tradisi “ruwahan” dengan membacakan surat Yasin di masjid maupun mengundang orang ke rumah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain berziarah dan memanjatkan doa, biasanya peziarah juga menaburkan bunga dan membersihkan makam keluarga seperti mencabuti rumput di sekitar makam.
Harapannya, kata dia, dari ziarah tersebut dengan mendoakan keluarga yang telah tiada akan mendapatkan rida Allah SWT karena sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadan yang penuh hikmah dan ampunan.
“Kami sama-sama berdoa karena untuk menyambut bulan puasa agar diberikan kesehatan dan kelancaran untuk menunaikan ibadah di bulan suci Ramadan,” katanya.
Sementara salah seorang petugas kebersihan makam, Sutarman di Tanjung Pandan mengatakan, sejak satu minggu ke belakang jumlah peziarah mulai meningkat.
“Jumlah peziarah datang mulai banyak paling terutama di hari Jumat kemarin ramai yang nyekar,” ujarnya.
Ia mengemukakan, hal ini sudah biasa terjadi terutama ketika akan menyambut bulan suci Ramadan dimana pada pagi maupun sore hari peziarah ramai datang.
“Sudah biasa kalau jelang Ramadan lebih ramai dari hari biasa cuma kalau sekarang bedanya peziarah menggunakan masker karena lagi musim virus corona,” katanya. (Ant)