Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Palu Stabil
PALU – Tim Pengendalian Inflansi Daerah (TPID) Kota Palu, mendatangi sejumlah pusat perbelanjaan baik tradisional maupun modern yang ada di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.
Hal itu dilakukan, untuk mengecek ketersediaan dan menjaga kestabilan harga berbagai jenis kebutuhan pokok masyarakat menjelang puasa dan Lebaran. “Stok cukup memadai dan harga relatif stabil,” kata Amir Subbe, salah seorang anggota TPID di sela-sela kunjungan ke Pasar Masomba, salah satu pasar tradisional terbesar di kota Palu, Senin (6/4/2020).
Kendati demikian, ada beberapa komoditi yang terlihat sedikit mengalami kenaikan, diantaranya, cabai, telur ayam dan gula pasir. Kenaikan harga dipicu stok yang kurang dan permintaan masyarakat yang meningkat. “Harga gula pasir di pasaran sekarang ini dijual Rp19.000 per-kg. Harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat untuk komoditi tersebut sebesar Rp12.500 per-kg,” ungkapnya.
Kenaikan harga gula pasir, sudah berlangsung cukup lama. Hal itu dikarenakan, produksi dalam negeri terbatas, akibat dampak dari kekurangan bahan baku tebu. Untuk komoditi lain, seperti beras, minyak goreng, daging, tepung terigu, bawang merah, bawang putih yang ada di pedagang jumlahnya cukup memadai. “Untuk ketersediaan bahan pokok saat ini dijamin mencukup kebutuhan selama puasa hingga hari raya Idul Fitri mendatang,” ujar Amir Sube, yang juga Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulteng.
Kegiatan pemantauan dilakukan mulai Senin (6/4/2020) sampai 17 April 2020. “Hari ini ada lima tim yang turun lapangan baik di pasar tradisional maupun modern,” jelasnya.
Semua pasar tradisional yang ada di Kota Palu dikunjungi oleh tim TPID Kota Palu. Pusat perbelanjaan yang menjadi sasaran monitoring antara lain, Pasar Masomba, Pasar Bambaru, Pasar Manonda, Pasar Laoswani dan Pasar Modern. Kegiatan dimaksudkan untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga sembako dan kebutuhan lain, menghadapi puasa, lebaran dan wabah COVID-19.
Bagus, salah seorang distributor beras di kawasan Pasar Masomba mengatakan, masih memiliki stok beras sebanyak tujuh ton. “Akan masuk lagi pasokan beras sekitar 10 ton dari Polmas,” katanya.
Mengenai harga beras, Bagus mengaku masih relatif stabil dan terkendali, karena stok cukup tersedia dalam jumlah yang memadai. Permintaan masyarakat diyakini dapat dipenuhi. “Kalau di tingkat pengecer, harga beras tetap bertahan. Tapi di tingkat distributor, harga sedikit mengalami kenaikan,” kata Bagus. (Ant