Jalan Utama Padang-Solok Selatan Belum Bisa Dilalui
Editor: Koko Triarko
SOLOK – Hingga kini, jalan utama Padang-Solok Selatan di Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, yang mengalami longsor akibat hujan deras pada Sabtu lalu, belum bisa dilalui.
Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mengatakan sudah empat hari ini pekerjaan perbaikan jalan terus berlanjut, dan berusaha membersihkan tumpukan longsor yang menimpa badan jalan dan rumah. Tapi, hingga kini jalan itu belum bisa dilalui.
“Kawasan daerah sini tidak ada jalan alternatif menuju Kerinci dan Muaralabuh dari Padang dan Solok. Makanya, kita berharap pengerjaan ini segera selesai,” katanya saat meninjau lokasi, Kamis (23/4/2020).
Menurutnya, perlunya penanganan cepat itu mengingat memasuki bulan Ramadan, dan jalur itu akan dipakai sebagai pasokan bahan sayur horltikultura ke kota Padang. Untuk itu, masyarakat harus sabar.
Gubernur juga menyebutkan, bahwa kalau tidak segera ditangani, dipastikan pengiriman ratusan ton sayur bisa terlambat, sebab harus berputar jauh melalui jalan di Kabupaten Dharmasraya, itu un hanya dilewati oleh kendaraan kecil.
“Saya juga berterima kasih kepada aparat dari TNI dan Polri yang ikut membantu mempercepat penanganan longsor ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pembersihan material. Setelah itu akan dibangun jembatan darurat oleh pihak balai jalan provinsi.
Wabup berharap, pembangunan jembatan darurat tersebut cepat selesai, namun cuaca yang masih kerap hujan di wilayah sekitar, sehingga potensi longsor memungkinkan bisa terjadi lagi dan dapat menimpa jembatan tersebut.
“Solusi lain yang akan diupayakan Pemkab Solok dalam waktu dekat adalah memanfaatkan jalur dari Jorong Sungai Abu, Air Dingin menuju Solok Selatan,” jelasnya.
Jalan itu, katanya, persis berada di bawah jalan nasional yang tertimbun material longsor tersebut. Tapi, wakil bupati Solok minta jalan itu hanya untuk pengendara roda dua saja.
Selain itu, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III, Aidil Fiqri, menjelaskan, hingga saat ini masih mengkaji untuk upaya mempercepat akses kendaraan, agar bisa kembali normal. Longsoran cukup parah dan membuat jurang sedalam 23 meter, sehingga proses pengerjaan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Selain itu, kata Aidil, badan jalan yang habis diterjang longsor sepanjang 30 meter. Badan jalan tersebut kemudian ikut jatuh ke jurang, sehingga membentuk lubang yang dalam.
Pihaknya telah menggunakan empat unit ekskavator untuk proses pembuangan tanah yang menimbun (material longsor). “Karena jalan putus, kita cari solusi agar kendaraan bisa lewat untuk keadaan darurat,” pungkasnya.