Harga Sejumlah Bahan Pokok di Solok, Naik

Ilustrasi -Dok: CDN

SOLOK – Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok, seperti bawang merah di Pasar Raya Solok, Sumatra Barat mulai merangkak naik dari sebelumnya hanya Rp40.000 per kilogram, menjadi Rp50.000 per kilogramnya.

Menurut seorang pedagang bawang merah di Pasar Raya Blok B, Solok, Rahmayanti (36), saat ini harga bawang merah mengalami kenaikan yang sudah berlangsung dari sebulan terakhir.

“Kenaikan harga sembako dimulai dari harga bawang merah yang sebelumnya Rp40.000 per kilogram menjadi Rp50.000 ribu,” ujarnya, Jumat (24/4/2020).

Sementara cabai merah bertahan di harga Rp28.000 ribu per kilogram, cabai muda Rp24.000 per kilogram, begitu juga dengan bawang putih mengalami penurunan harga, sebelumnya Rp45.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Berbeda dengan harga tomat masih stabil di harga Rp10 ribu per kilogram.

Ia juga menjelaskan, naiknya harga bawang merah ini karena kurangnya pasokan dari beberapa daerah penghasil bawang merah, seperti dari Alahan Panjang, Cupak dan Kayu Aro.

Sementara pedagang ayam di Pasar Raya Solok, Ita (44), mengatakan untuk saat ini harga ayam kampung juga mengalami kenaikan dari Rp45 ribu menjadi Rp50 ribu per ekor.

“Kenaikan harga ini berlaku sejak tiga minggu yang lalu, beriringan dengan kenaikan harga bawang merah, karena mulai berkurangnya jumlah ayam dari pemasok, dan biasanya terjadi kenaikan harga saat masuknya bulan puasa,”ujarnya.

Pedagang telur di Blok E Pasar Raya Solok, Andi, mengatakan untuk saat ini harga telur juga mengalami kenaikan, seperti telur bebek yang sebelumnya Rp65 ribu menjadi Rp70 per dus.

Kemudian telur ayam buras yang sebelumnya Rp42 ribu menjadi Rp45 per dus, begitu juga dengan harga telur ayam kampung juga mengalami kenaikan dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per dus.

“Kenaikan harga ini biasanya memang terjadi saat masuknya bulan Ramadan, terlebih dengan bertambahnya jumlah peminat,” katanya.

Seorang pedagang daging di los daging dan ayam Pasar Raya Solok, Ril, mengatakan hal berbeda dengan harga daging sapi yang tidak mengalami kenaikan, dan masih stabil di harga Rp120 per kilogram.

“Harga daging masih stabil. Jika dinaikkan, kami takut para pembeli pada kabur, karena mendengar harga daging mahal,” sebutnya.

Salah satu pembeli, Yuningtyas (33) mengatakan, sangat terkejut dengan kenaikan beberapa harga sembako, mengingat akan masuknya bulan puasa.

Ia biasanya suka memasok sejumlah kebutuhan memasak sehari- hari seperti cabai, ikan, dan telur supaya tidak terlalu bolak-balik ke pasar, terlebih uang belanja yang dibawanya tidak cukup.

Wakil Wali Kota Solok, Reinier, membenarkan adanya kenaikan harga sembako menjelang masuknya puasa 1441 Hijriah.

“Benar, menjelang masuknya Ramadan ini adanya kenaikan harga pada sejumlah sembako seperti bawang merah, ayam potong, dan ayam kampung,” ujarnya.

Kenaikan harga ini memang sering terjadi jelang bulan puasa. Menurutnya, kemungkinan permintaan naik dan masyarakat menjadi konsumtif memasuki Ramadan. (Ant)

Lihat juga...