Harga Karet di Tingkat Pabrik di Kalbar Rp14.500/Kg
PONTIANAK – Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Kalimantan Barat, Jusdar, menyebutkan harga karet produksi petani di tingkat pabrik di Kalbar dengan kekeringan 100 persen, masih mencapai Rp14.500 per kilogram.
“Meski kondisi harga karet di tingkat internasional mulai mengalami tren penurunan, namun hal tersebut tidak terpengaruh signifikan karena nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tinggi. Rata-rata harga karet yang dibeli pabrik di Kalbar saat ini di kisaran Rp14.000 – Rp14.500 per kilogram,” ujarnya di Pontianak, Minggu (19/4/2020).
Ia menyebutkan, di awal 2020 harga karet mulai naik dan di pasar internasional mencapai 1,4 dolar AS per kilogram. Kemudian di Februari naik kembali mencapai 1,5 dolar AS.
“Namun memasuki Maret 2020, harga karet mulai terkoreksi dampak wabah Covid-19,” kata dia.
Ia menyebutkan, pada pertengahan April 2020 harga karet mengalami tren penurunan, yakni 1,10 dolar AS.
“Permintaan dunia akan karet turun karena pandemi Covid-19. Eropa permintaannya mengecil, apalagi negara yang lockdown tentu permintaannya tidak ada. Bahkan, beberapa pabrik pengolah karet seperti untuk ban dan lainnya ada yang tidak beroperasi. Nah, dengan sedikit permintaan berpengaruh pada harga,” jelas dia.
Selain permintaan dunia akan karet turun, harga rendah di tingkat petani dipengaruhi rantai pasar yang sangat panjang. Untuk mencapai pabrik karet, ada beberapa titik pengepul dilalui mulai ke toko kecil, ke penampung dan baru ke pabrik, atau bahkan lebih dari itu.
“Rantai pasar yang panjang tentu memangkas harga yang didapat petani. Setiap rantai tentu butuh selisih harga atau butuh keuntungan dan biaya transportasi,” kata dia.
Ia menambahkan, belum lagi soal kualitas karet di Kalbar yang masih rendah, karena masih banyak ditemukan produksi karet yang bercampur kayu, tanah, pasir dan sampah serta lainnya. Jika kualitas rendah, harga juga terpengaruh.
“Padahal, untuk membuat kualitas karet di Kalbar sangat baik dan tinggi itu mudah, dan tidak perlu biaya, yakni karet dibekukan dan tanpa dicampur apa pun,” jelas dia.
Terkait beredar isu ada pabrik karet di Kalbar tutup dampak Covid-19, Jusdar mengatakan itu adalah informasi hoaks atau bohong.
“Sejauh ini pabrik karet anggota Gapki Kalbar tidak ada yang tutup pabrik. Masih 12 pabrik yang operasional dan karyawan tidak ada yang di-PHK atau dirumahkan. Semua operasi normal, bahkan kita kurang bahan baku. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau resah dengan isu yang ada,” jelas dia. (Ant)