Gubernur NTT Minta Hasil ‘Rapid Test’ Covid-19 tak Diumumkan
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, dalam rapat kerja bersama para bupati dan wali kota se-provinsi melalui telekonferensi, meminta agar para bupati dan wali kota tidak lagi mengumumkan hasil rapid test kepada masyarakat.
Terkait hal ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Bupati Sikka, apakah boleh mengumumkan hasilnya kepada media atau tidak.
“Soal instruksi Gubernur NTT, saya sebagai birokrat harus tunduk dan hasil rapid test akan saya sampaikan ke Bupati Sikka,” kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, Jumat (17/4/2020).
Lanjut Petrus, nantinya Bupati Sikka yang mengarahkan apakah juru bicaranya berbicara atau tidak kepada media soal hasil rapid test tersebut semuanya tergantung kepada keputusan bupati.
Selama ini, kata dia, prosedurnya juga begitu, sebelum disampaikan ke media dirinya menyampaikan terlebih dahulu ke bupati, meskipun dirinya dikejar-kejar media yang menanyakan hasil rapid test.
“Bagi saya tidak masalah kalau pimpinan minta transparansi, maka saya akan sampaikan, tapi ada batas-batasnya. Semuanya tergantung kepada keputusan bupati,” tegasnya.
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam rapat kerja bersama para bupati dan wali kota se-provinsi NTT, menyebut akibat pengumuman hasil rapid test membuat ketakutan di masyarakat.
Saat ini, kata Viktor, ada ketakutan luar biasa di publik, sehingga dirinya mengharapkan agar juru bicara satu saja, dan hasil rapid test tidak diumumkan, sebab ada proses pemeriksaan swab lagi.
Viktor meminta, agar sebagai pemimpin harus menjaga agar masyarakat tetap tenang, karena penyebaran Covid-19 sudah luar biasa cepat dan saat ini masyarakat berada dalam situasi ketakutan.
“Kita berdoa karena dua minggu lagi mudah-mudahan kita sudah bisa melakukan tes swab sendiri. Kita akan menyiapkan sarana prasarannya,” ungkapnya.
Sementara itu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, telah melakukan pemeriksaan rapid test tahap pertama terhadap 170 bekas penumpang kapal KM Lambelu pada Sabtu (11/4/2020).
Dalam pemeriksaan rapid test itu, diperoleh hasil 3 orang reaktif sehingga dipindahkan ke ruang isolasi RS TC Hillers Maumere.
Sementara itu besok, Sabtu (18/3/2020) kembali diagendakan untuk melakukan rapid test terhadap 179 orang di dua lokasi karantina terpusat di gedung Sikka Convention Center (SCC), dan aula rumah jabatan bupati Sikka.