Empat Tenaga Medis RSUD Tulungagung Sembuh dari COVID-19
TULUNGAGUNG – Sebanyak empat tenaga medis RSUD dr.Iskak, Kabupaten Tulungagung, yang sebelumnya positif COVID-19 akhirnya terkonfirmasi negatif corona dan dinyatakan sembuh.
Mereka sebelumnya harus menjalani karantina, namun hasil swab untuk kali ketiga yang dikirim ke Balitbangkes Kemenkes Jakarta terkonfirmasi negatif. Dan kini keempatnya sudah diperbolehkan untuk pulang. Seremoni pelepasan empat tenaga kesehatan yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 dilakukan sederhana dengan menyerahkan surat keterangan sehat oleh Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung dr Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B, M.Kes, Rabu (22/4/2020).
“Total kemarin ada delapan anak buah RSUD dr. Iskak yang positif corona. Dua di antaranya tenaga dokter. Dokter mikrobiologi klinik dan dokter spesialis penyakit dalam, ada perawat dan juga tenaga ahli gizi. Alhamdulillah hari ini mereka sudah swab dua kali negatif. Itu artinya di tubuh mereka sudah tidak ada virus,” kata Supriyanto.
Di lingkup RSUD setempat, masih ada empat tenaga medis lain yang menjalani karantina karena ikut terpapar COVID-19. Rumah karantina mereka di asrama rumah sakit tersebut. Beberapa di antaranya sudah menjalani swab dengan hasil negatif. Dan saat ini masih menunggu tahapan swab lanjutan yang dilakukan seminggu lagi, untuk memastikan mereka benar-benar telah sembuh dari corona.
Keluarnya empat tenaga medis yang terpapar corona itu menambah daftar pasien sembuh COVID-19 di Tulungagung menjadi lima orang. Sebelumnya, pasien 01 COVID-19 Tulungagung atas inisial AH (33) lebih dahulu dinyatakan sembuh. Keempat tenaga medis tersebut dengan demikian akan kembali bekerja, melayani masyarakat sesuai keahlian masing-masing di RSUD dr Iskak Tulungagung.
Total pasien positif COVID-19 yang terkonfirmasi di Tulungagung hingga Rabu (22/4/2020) tercatat ada 16 orang. Lima di antara mereka dinyatakan sembuh, 11 masih menjalani karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung. Dan ada yang menjalani isolasi mandiri di rumah.
Belum ada kasus positif COVID-19 terkonfirmasi meninggal di Tulungagung, kecuali pasien berinisial H asal Ngadiluwih, Kediri yang sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Iskak. Namun, pasien itu kemudian diidentifikasi sebagai sumber penularan (klaster) ketiga di Tulungagung, masuk data kasus di Kabupaten Kediri mengacu domisilinya di Ngadiluwih, Kediri.
Dikonfirmasi terpisah, salah satu tenaga medis yang sembuh dari corona, dr. Hendra Bramanti, Sp.MK, memotivasi warga yang sudah maupun mungkin ke depan terpapar corona agar tidak panik. “Bagi siapa saja yang tertular, jangan putus asa. Corona ini bisa sembuh kok. Buktinya saya, kami bisa sembuh,” katanya.
Kendati demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan, beretika saat batuk atau bersin, dan istirahat cukup. “Kuncinya bagaimana kita meningkatkan imun dengan istirahat cukup dan hindari stres. Medsos matikan semua, fokus istirahat, menenangkan diri dan mengembalikan kebugaran tubuh,” ujarnya. (Ant)