Desa Miliki Peran Penting Antisipasi Penyebaran Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Setiap Desa di Lampung Selatan (Lamsel) miliki peran penting dalam upaya antisipasi penyebaran Covid-19. Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang menyebut salah satu langkah dilakukan dengan pengawasan pada warga pendatang.

Kepada sejumlah kepala desa di Ketapang telah diimbau dilakukan sistem pelaporan. Antisipasi penyebaran Covid-19 setiap desa mengacu pada Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 440/0958/06/2020 tanggal 11 Maret 2020 tentang Antisipasi Kesiapsiagaan Covid-19. Sejumlah langkah diantaranya melakukan pendataan secara akurat (by nama by adress) terhadap seluruh warga yang pulang atau mudik ke daerah.

Sejumlah desa diakuinya tetap melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka melakukan pembinaan dan pengawasan warga yang mudik. Selain itu sosialisasi terhadap aktivitas masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan yang bersifat pengumpulan massa. Kegiatan itu meliputi pertemuan sosial, keagaamaan, resepsi keluarga, kesenian, hiburan.

“Setiap Gugus Tugas di desa harus menyampaikan laporan ke tingkat atas dan mengambil langkah langkah terkoordinasi jika ditemukan ada indikasi warga masyarakat yang terpapar Covid-19,” terang Samsu Rizal saat ditemui Cendana News, Jumat (17/4/2020).

Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Ketapang Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (17/4/2020). -Foto Henk Widi

Samsu Rizal menyebut pada wilayah Ketapang pada sejumlah desa sebagian pemudik asal wilayah lain telah dilakukan pendataan. Sejumlah pendatang yang berasal dari wilayah lain sesuai protokol kesehatan harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Sebab warga pendatang terutama dari zona merah otomatis menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Sejumlah pendatang yang mudik menurutnya sebagian berasal dari sejumlah pesantren. Para santri tersebut sebagian berasal dari wilayah Jawa Timur diantaranya Lirboyo dan Gontor. Sebagian santri tersebut sesuai protokol kesehatan telah dilakukan pemeriksaan sebelum pulang. Saat tiba di pelabuhan Bakauheni pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang.

“Pemeriksaan kesehatan telah dilakukan oleh petugas meski selanjutnya harus tetap dilakukan isolasi mandiri,” terang Samsu Rizal.

Sahuri, Kepala Desa Sidoasih, Kecamatan Ketapang menyebut ada sekitar lebih dari 50 warga pendatang asal Jawa. Sejumlah pendatang tersebut merupakan pelajar, pekerja yang sementara memilih mudik. Isolasi mandiri untuk menghindari kontak dengan orang lain harus mendapat dukungan dari pihak keluarga. Proses disinfeksi dilakukan oleh pihak kecamatan.

Koordinasi dengan pihak kecamatan dan puskesmas tersebut dilakukan selama masa isolasi mandiri. Sebab setiap desa tidak bisa menghindari warga pulang kampung. Namun protokol kesehatan tetap diberlakukan oleh pihak desa untuk menghindari penyebaran Covid-19. Sejumlah langkah pencegahan dilakukan pihak desa dengan melakukan pembuatan bilik disinfektan.

“Pihak desa tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan pembuatan bilik disinfektan dan handsanitizer,” cetusnya.

Penyediaan disinfektan dan handsanitizer sebagai protokol kesehatan dilakukan oleh Desa Pasuruan. Sumali, Kepala Desa Pasuruan menyebut telah melakukan protokol kesehatan dengan pembuatan bilik disinfektan, handsanitizer. Pembuatan handsanitizer dilakukan dengan memanfaatkan lidah buaya, daun sirih.

“Selain pembuatan handsanitizer pihak Desa Pasuruan juga menyiapkan wastafel untuk cuci tangan dengan sabun cuci,” terang Sumali.

Penyediaan tempat cuci tangan menurutnya akan ditambah pada sejumlah rumah warga. Dalam waktu dekat ia menyebut telah memesan sebanyak 100 gentong untuk cuci tangan. Gentong cuci tangan menurutnya akan dilakukan untuk kegiatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pola tersebut dilakukan untuk ikut mencegah Covid-19.

Lihat juga...