UMP Bagikan Sembako untuk Mahasiswa-Warga Terdampak Covid-19
Editor: Makmun Hidayat
PURWOKERTO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) membagikan ribuan paket sembako untuk mahasiswa yang tidak bisa pulang serta untuk mahasiswa yang orang tuanya terdampak Covid-19. Bantuan juga diberikan untuk masyarakat sekitar kampus, terutama pelaku UMKM yang usahanya juga terdampak.
Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan UMP, Ahmad Darmawan mengatakan, pemberian bantuan ini sudah dilakukan sejak awal Covid-19 merebak. Pihak kampus langsung mengalokasikan anggaran untuk memberikan bantuan, ditambah dengan donasi dari para dosen serta karyawan UMP.
“Kita sediakan 3.000an paket sembako dan untuk hari ini, yang disalurkan 1.000 paket untuk mahasiswa,” kata Ahmad Darmawan, Jumat (17/4/2020).

Penyebaran Covid-19 sudah berdampak sangat signifikan terhadap perekonomian, termasuk kepada para orang tua mahasiswa. Karena itu, tidak hanya mahasiswa yang tertahan di tempat kos saja yang dibantu, tetapi juga mahasiswa dari Banyumas, Purbalingga dan sekitarnya yang orang tuanya juga mengalami kesulitan ekonomi.
“Mereka kita minta mendaftar melalui aplikasi google form, begitu pula dengan masyarakat sekitar kampus. Sejak kampus off, banyak warung makan yang tutup, sehingga para pelaku UMKM ini juga kita bantu,” terangnya.
Lebih lanjut Ahmad Darmawan menjelaskan, dampak ekonomi dari Covis-19 ini, juga harus diantisipasi pihak kampus, mengingat sebagian besar mahasiswa UMP dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Sehingga besar kemungkinan untuk semester depan, banyak sekali yang mengajukan penundaan pembayaran uang semester.
“Kita sudah pikirkan sampai ke situ dan mau tidak mau UMP harus memberikan keringanan berupa penundaan pembayaran. Pada situasi normal saja, banyak orang tua mahasiswa yang mengajukan keringanan biaya, terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Promosi UMP, Ira Hapsari mengatakan, ada tiga jenis paket bantuan yang diberikan untuk mahasiswa dan mereka bisa memilih. Yaitu paket sembako berupa beras, gula pasir dan sebagainya, kemudian paket makanan kering, seperti biskuit, susu dan lainnya, serta paket sabun cuci, sabun mandi dan sejenisnya.
“Ada tiga paket yang disediakan dan mahasiwa bisa memilih sesuai dengan yang dibutuhkan. Pemilihan paket bantuan ini juga sebelumnya sudah diajukan melalui google form, sehingga saat datang tinggal mengambil sesuai pesanan,” jelasnya.
Dalam memberikan paket bantuan, UMP juga mengedepankan prosedur yang aman, yaitu dengan pembagian jam pengambilan untuk menghindari kerumunan, hingga pemeriksaan suhu tubuh dan kesehatan di awal. Saat masuk, semua mahasiswa juga diwajibkan untuk cuci tangan menggunakan sabun.
Salah satu mahasiswa UMP, Adit mengatakan, ia berasal dari Jakarta dan sekarang tidak bisa pulang. Untuk paket bantuan ia memilih yang makanan kering. “Pilih yang makanan kering, jadi tidak perlu repot memasak, bisa dimakan sambil belajar di kos,” tuturnya.