Baznas Komitmen Percepat Mobilitas Pendidikan Lewat Beasiswa

Editor: Makmun Hidayat

Ilustrasi beasiswa - DOK CDN

JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berkomitmen mengentaskan kemiskinan dengan membuka pendaftaran beasiswa untuk mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Direktur Perdistribusiaan dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik mengatakan, pendidikan diyakini menjadi salah satu jalan yang paling efektif untuk menciptakan mobilitas vertikal perubahan kondisi masyarakat.

“Study yang dimunculkan bahwa diantara cara mengentaskan kemiskinan,” kata Irfan dalam konferensi pers online Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) di Jakarta, Senin (27/4/2020) sore.

Bahkan sebut Irfan, peraih nobel ekonomi 2020 dalam penelitian menyoroti bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor strategis dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Antara lain ada mobilitas vertikal dari kelompok dhuafa menjadi non dhuafa atau orang yang mampu untuk mengenyam pendidikan.

Direktur Perdistribusiaan dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik dalam konferensi pers online Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) di Jakarta, Senin (27/4/2020) sore. -Foto: Sri Sugiarti

Dalam konteks ini, menurutnya, Baznas mempunyai komitmen bagaimana kita semaksimal mungkin sesuai dengan kapasitas dan kemampuan untuk percepatan mobilitas vertikal masyarakat melalui program beasiswa pendidikan di samping tentu juga program non-pendidikan.

“Jadi ini salah satu ikthiar dan kenapa Beasiswa Cendikia, karena kita berharap para alumninya tidak hanya menyelesaikan pendidikan dengan baik, bisa bekerja atau menciptakan lapangan kerja. Tapi juga mempunyai karakteristik ahlak yang baik,” ungkap Irfan.

Oleh karena itu lanjut dia, pembinaan menjadi penting diterapkan kepada mereka selama mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

“Karena membangun karakter itu tidak bisa dilakukan tanpa melalui program pembinaan yang terencana dengan baik,” ujarnya.

Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dan terinternalisasi nilai agama dan syariat Islam. Karena menurutnya, penyaluran zakat itu harus tepat sehingga pengentasan kemiskinan terwujud.

Anggota Baznas, Nana Mintarti menambahkan, Baznas tidak hanya menyalurkan berupa bantuan beasiswa begitu saja, di dalamnya juga terdapat program-program pembinaan sebagai cara peningkatan kemampuan.

“Melalui beasiswa ini, Baznas mendorong lahirnya para penerus bangsa yang memiliki keluhuran akhlak dan kedalaman ilmu pengetahuan, ” ujar Nana.

Kriteria utama yang berhak mendapat beasiswa Cendekia Baznas ialah mahasiswa dari keluarga yang tidak mampu. Dan program beasiswa dimulai sejak awal semester 5 secara full. 

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, M. Fuad Nasar dalam konferensi pers online Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) di Jakarta, Senin (27/4/2020) sore. -Foto: Sri Sugiarti

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, M. Fuad Nasar  mengatakan, pemanfaatan zakat untuk keperluan pendidikan dalam bentuk beasiswa telah ditetapkan keabsahannya berdasarkan Fatwa Majelis Indonesia (MUI) tahun 1996, karena termasuk dalam asnaf fi sabilillah.

Sehingga kata dia, alangkah baiknya, beasiswa yang berasal dari pemanfaatan dana zakat ini bisa menyentuh semuanya tidak hanya mahasiswa tidak mampu berprestasi. Tapi juga mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi namun terhalang karena keterbatasan biaya.

“Sudut pandang yang perlu dikedepankan adalah mempelajari ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemanusiaan merupakan panggilan kewajiban beragama dan amanat konstitusi negara Undang-Undang Dasar 1945 dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa,” urai Fuad.

Sebagai informasi, BCB batch II tahun 2020 dibuka dengan tiga kategori beasiswa yakni, Studentpreneur Muda (fokus entrepreneur), Aktivis Muda (aktivitas di kelembagaan dan masyarakat), dan Teladan Muda (yang ditujukan jurusan profesi).

Beasiswa ini bekerja sama dengan 82 perguruan tinggi negeri dan swasta ternama di Indonesia dan pendaftaran dibuka pada 23 April 2020 hingga 8 Mei 2020.

Lihat juga...