1.000 KUKM Terdampak Covid-19 Dapat Dukungan Fasilitasi Daring
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA- Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) atau Smesco Indonesia membuka program dukungan daring bagi pelaku koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19 yang dikemas dalam Sparc Campus.
Direktur Utama Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata, menjelaskan, program Sparc Campus ini telah berjalan selama dua minggu, dimulai sejak awal April, masing-masing 5 kali dalam sepekan. Ke depannya Smesco akan membuka kerja sama dengan Telkomsel untuk memperluas jangkauan komunikasi.
“Kita percaya tempat ini mampu mengajak UKM Indonesia ke kualitas yang lebih baik di masa depan. Jadi tugasnya adalah mendampingi dan sekaligus menginkubasi UKM untuk masa depan,” kata Leonard dalam konferensi pers online melalui aplikasi Zoom, di Jakarta, Selasa (21/4/2020).
Lebih lanjut dia menyampaikan, Sparc Campus menggandeng para tenaga ahli di bidangnya, seperti Sadikin Gani yang membidangi fashion, Eka Prawira di bidang online marketing/e-commerce, dan masih banyak lagi.
Dia berharap program dukungan online tersebut dapat meminimalisir dampak ekonomi bagi para pelaku KUKM, meningkatkan kapasitas SDM, dan membantu para pelaku UKM dalam meningkatkan daya saing produk. Yang pada akhirnya dapat mengembangkan bisnis pelaku KUKM hingga mampu menembus pasar global.
Dia menegaskan, bahwa UKM perlu menguatkan eksistensinya dan menjalankan bisnis secara berjejaring. Oleh karena itu, salah satu caranya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di Smesco Indonesia. Dan pihaknya memastikan akan membantu para pengusaha UKM demi meningkatkan kualitas produk dan penjualan mereka.
“Jadi, selain edukasi, kami akan bantu secara komersial, melalui trading house, sehingga mereka bisa menjadi UKM unggul,” ujar Leonard.
Total peserta yang ikut dalam program Sparc Campus sementara ini adalah sebanyak 432 UMKM. Program ini mengangkat banyak isu. Dari jumlah peserta yang beragam, bisa dilihat bagaimana dampak pandemi Covid-19 ni terhadap KUKM.
Untuk program dampak pandemi Covid-19 terhadap industri fesyen ada sejumlah 170 UMKM yang jadi peserta, atau setara dengan 39 persen dari peserta keseluruhan. Sebaran wilayahnya meliputi DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, Kepulauan Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Banten, Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, dan Sulawesi Utara.
Pesereta program dari ‘Limbah ke Produk Bermakna’ tercatat sebanyak 41 UMKM atau 10 persen dari peserta keseluruhan.
Sebaran wilayahnya mencangkup Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
Peserta program dengan bahasan ‘Bagaimana F&B Tetap Bergerak di Krisis Pandemi’ berjumlah 95 UMKM, atau setara dengan 22 persen dari peserta keseluruhan.
Mereka tersebar di DKI Jakarta, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Banten, Sulawesi Utara, dan Lampung.
Untuk program “Perubahan Paradigma Radikal dalam Berproduksi” ada sejumlah 28 UMKM yang menjadi peserta atau 6 persen dari peserta keseluruhan. Sedangkan sebarannya di Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Program ‘Fasilitas Pajak yang Tersedia Bagi Wajib Pajak yang Terdampak Covid-19” diikuti sejumlah 35 UMKM atau 8 persen dari peserta keseluruhan, yang tersebar mulai dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Tenggara, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau.
Berlanjut program ‘Bagaimana Cara Memulai Bisnis Online‘ tercatat 63 UMKM, atau 15 persen dari peserta keseluruhan.
Mereka tersebar di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Bengkulu, dan Sulawesi Barat.
Menurutnya, Kementerian Koperasi dan UKM bersama masyarakat berkomitmen untuk pengembangan dan memajukan KUMKM, mulai dari pelaku usaha, koperasi, asosiasi pendamping, universitas, kalangan akademisi, institusi pembiayaan, platform e-commerce, payment gateway, inkubator, agregator, komunitas usaha, dan masih banyak lagi.
Program dukungan online ini yang sudah berjalan secara online melalui zoom dan media sosial Smesco Indonesia, serta mendapat respon positif dari para pelaku KUKM.
Mereka mendaftarkan diri melalui tautan yang disebarkan melalui media sosial Smesco Indonesia. “Kami baru mulai menggunakannya hari Kamis minggu pertama bulan April ini,” tutupnya.