Wagub Sumbar Siapkan Hand Sanitizer Gratis

Editor: Koko Triarko

PADANG – Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, membeli sejumlah bahan untuk membuat hand sanitizer dari suplayer PT Novalindo Jaya Utama, dan akan diracik oleh laboratorium Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 10.

Ia mengatakan, saat ini sejumlah masyarakat mulai sulit untuk mendapatkan hand sanitizer di sejumlah apotek. Untuk itu, dengan telah dibelinya bahan-bahan untuk membuat hand sanitizer, Wagub meminta kepada masyarakat agar tidak resah, karena hand sanitizer yang kini tengah diracik di laboratorium LLDIKTI Wilayah 10, akan dibagikan kepada masyarakat.

Bahan-bahan yang dibeli dari distributor PT Novalindo Jaya Utama itu, terdiri dari Ethanol 96 persen 40 liter, H2O2 3 persen 2 liter, Glycerin 1 liter, Aquadest 6 liter, dan Aroma 30 mililiter. Seluruh bahan-bahan tersebut telah dikirim ke laboratorium LLDIKTI Wilayah 10 di jalan Khatib Sulaiman, Padang.

“Saya tidak ingin masyarakat resah untuk mendapatkan hand sanitizer ini, sehubungan dengan pencegahan penyebaran virus Covid-19. Rencananya setelah laboratorium LLDIKTI selesai meraciknya, akan dikemas dalam botol kecil, dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat,” katanya, saat berada di suplayer PT Novalindo Jaya Utama, Kamis (19/3/2020).

Wagub menyatakan, pihak yang nanti ditunjuk untuk menyimpan dan membagikan hand sanitizer adalah Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Virus Covid-19 Sumatra Barat, yang berada di Kantor BPBD Sumatra Barat.

Namun tidak tertutup kemungkinan, jika ada situasi di luar rencana, bisa saja hand sanitizer itu ditempatkan ke Kantor Gubernur Sumatra Barat.

“Saya merencanakan, nantinya hand sanitizer tersebut di Satgas Penanganan Covid-19 saja. Karena seharusnya merekalah yang memiliki tugas dalam penanganan Covid-19 di Sumatra Barat ini,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya upaya baik dari LLDIKTI Wilayah 10 yang bersedia untuk membuat hand sanitizer dengan cara sukarela, maka perlu direspons pula dengan baik.

Setelah dirinya membeli bahan untuk membuat hand sanitizer itu, juga bisa diikuti oleh pihak lain, guna membantu memudahkan masyarakat mendapatkan hand sanitizer.

Sementara itu, Direktur PT Novalindo Jaya Utama, Yoserizal, mengatakan, perusahaannya sudah lama menjadi suplayer. Selain menjual bahan-bahan zat kimia dan sejumlah peralatan labor, pihaknya juga turut membuat hand sanitizer.

Untuk harga hand sanitizer yang dijualnya hanya Rp50 ribu per botol isi 550 mililiter. Baginya, harga tersebut merupakan harga yang normal, tanpa ada mengambil untung dari situasi langkanya hand sanitizer.

Sementara, Tim Analisi Laboratorium LLDIKTI Wilayah 10, Irma Humairah, mengatakan, bahan-bahan yang diracik oleh tim analisis merupakan bahan-bahan yang banyak dijual di apotek.

“Kita telah menerima bahan-bahan untuk membuat hand sanitizer dari Pak Wagub. Kalau untuk meraciknya saja kita hanya membutuhkan 10 hari, tapi untuk membuat bisa layak pakai, harus menghabiskan waktu kurang lebih 3 hari,” ungkapnya.

Ia mengaku, dengan adanya kemampuan laboratorium LLDIKTI Wilayah 10 membuat hand sanitizer, masyarakat umum lainnya juga bisa mendatangi laborataroium untuk memberikan bahan-bahan dalam membuat hand sanitizer. Hal ini juga dilakukan secara sukerela, alias gratis.

Untuk itu, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan hand sanitizer dari laboratorium LLDIKTI bisa secara gratis, bisa membawa bahan-bahannya, seperti yang telah dilakukan oleh Wagub Sumatra Barat.

“Baru beberapa hari belakangan ini kita membuat hand sanitaizer dengan tim labor sebanyak 6 orang. Ide meracik hand sanitizer itu, setelah melihat masyarakat mulai resah, karena sulit mendapatkannya,” ucapnya.

Lihat juga...