UN Ditiadakan, Sekolah di Yogyakarta Tunggu Arahan Dinas

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Sebagai dampak pandemi virus corona, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara resmi telah memutuskan meniadakan ujian nasional (UN) pada tahun 2020 ini. Sebagai gantinya, Mendikbud menetapkan penentuan kelulusan siswa bisa dilakukan lewat ujian sekolah. 

Meski begitu, ujian sekolah harus dilakukan tanpa harus mengumpulkan siswa di sekolah. Hal ini dilakukan karena pertimbangan penyebaran virus corona atau Covid-19. Solusinya sekolah bisa melakukan tes portofolio, tes online, atau segala bentuk penilaian jarak jauh. Termasuk penentuan kelulusan lewat nilai ujian/rapor lima semester terakhir.

Menanggapi hal itu sejumlah sekolah di Yogyakarta mengaku memahami, menerima dan siap menjalankan keputusan pemerintah pusat tersebut. Meski begitu pihak sekolah mengaku masih harus menunggu keputusan pemerintah tingkat provinsi/kabupaten/kota sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat di tiap daerah.

“Pada intinya kita siap menjalankan apapun keputusan yang diambil pemerintah di tengah pandemi virus corona ini. Namun kita butuh acuan yang jelas. Sehingga posisi kita masih menunggu arahan dan keputusan resmi dari Dinas Pendidikan kabupaten. Karena sampai saat ini kita belum menerima keputusan resmi,” ujar Kepala Sekolah SD Negri Panjatan, Arifin Zuhri, Kamis (26/3/2020).

Kepala Sekolah SD Negeri Panjatan, Arifin Zuhri., Kamis (26/3/2020). -Foto: Jatmika H Kusmargana

Arifin mengaku pihaknya sendiri untuk sementara ini masih akan tetap fokus mempersiapkan siswa khususnya kelas VI untuk mengikuti ujian baik UN maupun UAS seperti biasanya. Yakni dengan memberikan materi pembelajaran maupun kisi-kisi soal ujian secara online. Ia menyebut UN tingkat SD sendiri rencananya akan digelar pada 13 April 2020 mendatang.

“Karena sampai saat ini kita belum menerima keputusan resmi dari Dinas Pendidikan, maka kita tetap melakukan pembelajaran seperti biasanya. Siswa kelas VI tetap kita siapkan agar bisa sukses ujian. Yakni dengan memberikan materi maupun kisi-kisi soal ujian. Meski pun harus secara online karena kegiatan belajar mengajar di sekolah telah dihentikan,” katanya.

Terkait biaya penyelenggaraan UN, pihak sekolah sendiri mengaku sejak jauh-jauh hari telah melakukan perencanaan anggaran yang bersumber dari dana BOS.

Anggaran dialokasikan untuk sejumlah kegiatan seperti latihan dan persiapan ujian, hingga pelaksanaan ujian itu sendiri. Namun karena UN dipastikan batal, maka alokasi anggaran itu rencananya akan dialihkan untuk kegiatan siswa lainnya.

“Setiap kegiatan terkait UN sudah kita anggarkan sejak jauh-jauh hari. Sebagian kegiatan juga telah berjalan, seperti misalnya latihan ujian. Sementara untuk ujian yang belum, nah ini yang nanti kemungkinan pos anggarannya harus kita alihkan untuk kegiatan lain. Tentu kegiatan yang berhubungan dengan pembelajaran siswa,” pungkasnya.

Lihat juga...