UMP Kampanyekan Pencegahan Penyebaran Corona
Editor: Makmun Hidayat
PURWOKERTO — Adanya warga Banyumas yang masuk dalam pengawasan, membuat kalangan akademisi merasa perlu untuk memberikan edukasi terkait pencegahan penyebaran virus corona. Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Kamis (5/3/2020) mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis yang disertai dengan sosialiasasi cuci tangan yang benar serta pembagian masker.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama UMP, Dr Jebul Suroso. Pada kesempatan tersebut, Jebul Suroso mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Menurutnya, yang terpenting adalah upaya pencegahan yaitu dengan cara menerapkan hidup sehat dan bersih.
“Dalam upaya pencegahan ini, baik masyarakat maupun pemerintah harus jujur. Masyarakat harus jujur mengakui jika ia pernah kontak dengan komunitas yang berpotensi menularkan virus corona. Dan pemerintah juga harus jujur menyampaikan informasi setiap perkembangan kasus ini kepada masyarakat, sehingga tindakan antisipasi dan penanganan tidak sampai terlambat,” terangnya.
Kesungguhan UMP dalam melakukan pencegahan penyebaran corona juga dilakukan dengan melarang dosen-dosennya untuk bepergian keluar negeri. Termasuk yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, disarankan untuk menunda keberangkatan terlebih dahulu dan tetap berada di tanah air.
Bahkan acara konferensi ilmiah di luar negeri juga diputuskan untuk tidak hadir. Dan salah satu dosen UMP yang sedang melanjutkan studi di China, diminta untuk tidak meneruskan studi terlebih dahulu, sampai dengan virus ini mereda.
“Yang terpenting adalah menjaga kesehatan, jadi studi yang tertunda tidak masalah,” kata Jebul Suroso.
Untuk dosen yang tidak bisa menunda keberangkatan ke luar negeri karena kegiatan yang sudah terjadwalkan dan tidak bisa ditunda, maka diharuskan menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Sehingga saat berangkat yang bersangkutan benar-benar dalam kondisi sehat dan bugar. Selain itu negara tujuan bukan merupakan negara endemik virus corona.
“Kalau untuk China, Taiwan dan beberapa negara lain yang berbatasan langsung dengan sumber corona, kita tidak perbolehkan. Tetapi untuk negara lain dan untuk kepentingan yang tidak bisa ditunda, bisa dilakukan perjalanan dengan catatan yang bersangkutan benar-benar sehat,” tegasnya.
Sementara itu, dalam gerakan UMP antisipasi penyebaran virus corona, Dr Jebul bersama para mahasiswa mengkampanyekan gerakan cuci tangan yang benar. Selain menggunakan sabun, juga harus disertai berbagai gerakan yang membesihkan tangan hingga ke sela-sela jari. Acara diakhiri dengan pembagian masker di lingkungan kampus.
Salah satu mahasiswa, Afri mengatakan, sangat senang mendapatkan masker, sebab ia sudah mencari masker ke apotek-apotek dan semua kosong. Maskes menjadi barang langka di Banyumas yang sush diperoleh.
“Dari kemarin cari masker susah sekali dan sekarang ada pembagian masker gratis, Alhamdulillah,” tuturnya.