Uji Sampel Pasien Virus Covid-19 Bisa di Laboratorium Biomedik Unand
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menemukan solusi untuk memperpendek waktu mendapatkan hasil uji sampel pasien virus Covid-19.
Hal ini menyikapi adanya beberapa kasus suspect virus Covid-19 yang dirawat di RSUP M Djamil Padang, butuh waktu 48 jam lebih untuk mengetahui hasil laboratorium setelah dikirim ke Litbangkes di Jakarta.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, Rumah Sakit Universitas Andalas memiliki laboratorium biomedik yang berada di Fakultas Kedokteran Unand, dan laboratorium itu bisa melakukan uji sampel pasien virus Covid-19.

Dengan adanya laboratorium itu, Wagub menyatakan Pemprov Sumatera Barat akan melakukan koordinasi dengan Litbangkes, karena selama ini uji sampel pasien virus Covid-19 dikirim ke Litbangkes.
“Ada kabar baik dari Rumah Sakit Unand ini, mereka menyebutkan memiliki laboratorium yang bisa melakukan uji sampel pasien virus Covid-19. Kita tentunya cukup lega, karena selama ini butuh hingga 3 hari mununggu hasil labaoratorium dari Litbangkes,” katanya, saat meninjau RS Unand, Selasa (17/3/2020).
Ia menyebutkan, dengan adanya kesiapan dari RS Unand itu, maka diperkirakan jika nanti ada melakukan uji sampel pasien virus Covid-19, maka hasilnya dapat diketahui dalam waktu 24 jam. Hal ini tentunya telah membantu pemerintah dan masyarakat, guna memastikan kondisi pasien yang dirawat di rumah sakit.
Diakuinya, meskipun di Sumatera Barat telah memiliki rumah sakit yang siap melakukan uji sampel pasien virus Covid-19, Pemprov Sumatera Barat melalui Dinas Kesehatan tentunya tetap memerlukan izin dari Litbangkes.
Sebab, yang memberikan izin itu, setelah nanti Litbangkes menilai bahwa laboratorium di RS Unand benar-benar telah memenuhi standar, untuk melakukan uji sampel pasien virus Covid-19.
“Kami berharap laboratorium biomedik di Rumah Sakit Unand ini mudah-mudahan sama standarnya dengan yang ada di Litbangkes,” ujarnya.
Wagub juga mengatakan, jika nanti laboratorium biomedik di Unand itu telah beroperasi, maka Pemprov Sumatera Barat siap menerima jika ada di daerah lainnya atau luar dari Sumatera Barat, yang ingin melakukan uji sampel pasien virus Covid-19, ke laboratorium biomedik Unand.
Sementara itu, Rektor Unand Prof. Yuliandri, mengatakan, Fakultas Kedokteran Unand memiliki sarana dan fasilitas serta sumber daya manusia yang memadai, begitu juga untuk laboratorium biomedik uji sampel pasien virus Covid-19, juga bisa dilakukan di Unand.
“Pak Wagub bersama sejumlah pihak telah melihat langsung situasi di rumah sakit Unand, kita tidak hanya siap untuk soal uji sampel pasien virus Covid-19, tapi juga siap untuk menjadi rumah sakit rujukan untuk pasien dalam pengawasan (PDP),” ujarnya
Direktur Utama Rumah Sakit Unand, dr. Yevri Zulfiqar, juga menyampaikan saat ini di RS Unand ada 7 kamar yang bisa digunakan untuk merawat pasien dalam pengawasan (PDP) virus Covid-19. Bahkan jika ada situasi yang mungkin jumlah lebih banyak, RS Unand bisa menyediakan hingga 23 tempat tidur, dari jumlah yang ada saat ini.
“Saat ini kita akan melakukan beberapa persiapan, seperti membangun kamar mandi untuk petugas medis,” ungkapnya.
Ia menegaskan, ke depan RS Unand akan melakukan persiapan dan perbaikan untuk menyesuaikan standar dalam pelayanan pasien untuk yang diduga terjangkit virus Covid-19.
Seperti halnya untuk kamar mandi, Pemprov Sumatera Barat menargetkan kamar mandi akan selesai dibangun paling lama satu minggu dari sekarang.