Operasional Pelabuhan Berjalan Normal, ASDP Siapkan Ruang Isolasi
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Operasional pelabuhan penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) berjalan normal.
Captain Solikin, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni menyebut, meski ada wabah virus Corona (Covid-19) aktivitas pelayanan pelabuhan tetap dijalankan. Meski demikian protokol kesehatan cegah virus Covid-19 yang sudah dinyatakan pandemi, tetap dijalankan.

Sejumlah protokol kesehatan yang dijalankan oleh ASDP Indonesia Ferry diakui Captain Solikin dengan menyiapkan ruang isolasi.
Fasilitas tersebut merupakan sarana yang disiapkan untuk antisipasi jika ada temuan dugaan penumpang terkena Covid-19. Sesuai prosedur awal pemindaian suhu tubuh calon penumpang dilakukan memakai thermal gun.
Operasional pelabuhan dengan jumlah sebanyak 6 dermaga reguler dan 1 dermaga eksekutif tetap berjalan. Pelayanan bagi pengguna jasa penumpang pejalan kaki, kendaraan tetap dilayani dengan kapal roll on roll off (Roro) sebanyak 27 hingga 28 unit per hari.
Pengetatan pemeriksaan suhu tubuh bagi penumpang dilakukan pada pintu masuk dan keluar kapal.
“Koordinasi dengan petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan telah dilakukan agar melakukan proses pemindaian suhu tubuh, penyediaan alat-alat medis dan penyiapan ruang isolasi untuk penanganan awal saat ditemukan penumpang diduga memiliki gejala Corona,” terang Captain Solikin, saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (17/3/2020).
Captain Solikin menyebut operasional pelabuhan yang berjalan dengan normal dilakukan untuk mempertahankan roda ekonomi. Sebab sejumlah kendaraan pengangkut hasil bumi, barang kebutuhan pokok, BBM, benda pos harus tetap dikirim.
Ia juga menyebut belum terjadi penurunan signifikan penumpang yang naik kapal dari Jawa ke Sumatera dan sebaliknya.
Mantan GM ASDP Cabang Merak itu menambahkan, belum ada instruksi penutupan (lock down) lalu lintas penyeberangan antarpulau.
Antisipasi munculnya virus Covid-19 di area pelabuhan Bakauheni, sterilisasi dengan cairan disinfektan rutin dilakukan. Sejumlah lokasi yang menjadi jalur lalu lalang penumpang meliputi area penjualan tiket penumpang pejalan kaki, tangga penumpang.

“Koordinasi dengan sejumlah nahkoda kapal dilakukan agar segera melaporkan jika ada penumpang ditengarai memiliki suhu tubuh tinggi, harus dilaporkan ke petugas kesehatan,” tegas Captain Solikin.
Pencegahan virus Covid-19 dengan tanpa bersentuhan langsung antara pengguna jasa dan petugas juga telah dilakukan. Sebab pembelian tiket yang dilakukan oleh PT ASDP Indonesia telah menerapkan sistem nontunai (cashless). Sistem cashless menurutnya dilakukan agar mengurangi penggunaan uang tunai yang berpotensi menjadi media penularan virus.
“Migrasi sistem cashless tanpa uang tunai juga telah diberlakukan dengan reservasi online sehingga pengguna jasa bisa mencetak tiket secara mandiri,” beber Captain Solikin.
Sebanyak dua posko siaga penanganan Covid-19 tambah Captain Solikin disiapkan pada dua titik. Posko siaga Covid-19 pertama didirikan pada dermaga eksekutif Anjungan Agung dan dermaga reguler.
Posko siaga diberi kelengkapan alat pendeteksi suhu tubuh digital jenis thermal gun. Selain itu sejumlah cairan pembersih tangan atau hand sanitizer dan pembagian masker dilakukan.
Meski operasional pelabuhan berjalan dengan normal, imbauan untuk menunda bepergian tetap dilakukan. Aktivitas bepergian yang tidak bisa ditunda menurutnya tetap bisa dilakukan dengan tetap menjaga kesehatan, menjaga daya tahan tubuh.
Cara yang dilakukan dengan memakai alat pelindung diri seperti masker, mengonsumsi makanan sehat dan hindari berkontak langsung dengan orang tidak dikenal.
“Kita imbau agar tetap waspada untuk mencegah virus Covid-19 namun dianjurkan agar tidak panik,” papar Captain Solikin.
Berbagai protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah menurutnya harus diikuti. Beberapa langkah penghentian kegiatan belajar pada sejumlah sekolah menurutnya harus dimanfaatkan.
Sebab selama 14 hari Pemkab Lamsel melalui satuan pendidikan melarang aktivitas belajar di kelas dan dianjurkan belajar di rumah. Sehingga harus ditaati agar tidak melakukan perjalanan lintas pulau.