Tiga Bulan Terakhir, Kunjungan Wisatawan Asing ke Sumbar Sepi
Editor: Makmun Hidayat
PADANG — Keindahan pariwisata di Provinsi Sumatera Barat berangsung-angsur merasakan dampak dari adanya penyebaran virus Covid-19 yang telah masuk ke negara-negara di dunia. Kendati tren pariwisata di situasi Januari-Maret berada di situasi sepi kunjungan, namun diperkirakan situasi Covid-19, akan membuat pariwisata menghadapi masa-masa sepi.
Di Sumatera Barat cukup banyak daerah-daerah yang menjadi kunjungan wisatawan asing, terutama di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi, dan beberapa daerah lainnya di Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Novrial, mengatakan, dampak pariwisata terhadap Sumatera Barat sejauh ini baru terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Data itu menyebutkan bahwa terjadi pengurangan angka kunjungan wisatawan asing pada Januari – Februari 2020 sebesar 16 persen, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.
“Kalau kita melihat tahun-tahun sebelumnya, kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat itu, di waktu libur akhir tahun, lebaran, dan musim-musim tertentu yang dinilai wisatawan asing itu Sumatera Barat patut dikunjungi. Nah, Januari – Februari, atau pun Maret ini memang lagi sepi kunjungan wisatawan asing,” katanya, Minggu (15/3/2020).
Biasanya, memasuki bulan April dan seterusnya, kunjungan wisatawan asing mulai terlihat meningkat jika dilihat dari awal tahun. Namun, mengingat adanya persoalan wabah virus Covid-19, belum bisa dipastikan bagaimana nanti kunjungan wisatawan asing ke Sumatera Barat, apakah meningkat, atau malah sepi.
“Kan banyak negara yang sudah dilarang masuk ke Indonesia. Di Sumatera Barat, wisatawan asal Malaysia yang paling banyak mengunjungi Indonesia, sisanya seperti Itali, Brazil, Belanda, Australia, dan negara-negara lainnya, hanya sebagian kecil saja, dan itu mereka ke Mentawai,” ujarnya.
Kondisi yang terlihat kini, seakan membuat keindahan-keindahan pariwisata di Sumatera Barat memiliki dinding untuk dikunjungi. Penyebaran virus Covid-19, membuat banyak wisatawan mengurungkan diri untuk melakukan aktivitas pariwisata.
Ditambah lagi, pemerintah yang proaktif menyampaikan informasi terkait virus Covid-19, membuat banyak masyarakat untuk menghindari melakukan kontak dengan wisatawan luar dari Sumatera Barat. Hal ini, belum bisa diperkirakan sampai kapan, dampak dari Covid-19 ke pariwisata akan terjadi.
Padahal, di Sumatera Barat, sangat dikenal dengan keindahan alamnya, budayanya, kulinernya, serta beragam hal yang bisa ditemui di Sumatera Barat. Kota Bukittinggi misalnya, di Jam Gadang tidak terlihat seramai dulu di waktu-waktu hari libur. Begitu juga di Pantai Padang, biasanya parkir bus dipadati oleh wisatawan yang datang. Belum lagi ke Mandeh Pesisir Selatan, pulau-pulau yang indah itu, tidak seramai dulu lagi dikunjungi oleh wisatawan.
Belum lagi sisi perhotelan, dari keterangan Ketua Dewan Pimpinan Wilaya (DPW) Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Sumatera Barat, Sujoko, mengatakan, melihat di bulan Januari, Februari, dan Maret, tingkat hunian hotel-hotel di Sumatera barat memang mengalami low seasion.
“Awal tahun biasanya kami mengalami low seasion, tetapi keadaan ini tertutupi dengan banyaknya instansi mengadakan acara di hotel sehingga hotel terisi sebanyak 63 – 69 persen tetap terisi,” ucapnya.
Untuk meningkatkan risiko penyebaran virus corona yang kian hari kian bertambah di Indonesia, Sujoko menyatakan bahwa pada saat ini hotel-hotel di Sumatera Barat telah melakukan kewaspadaan dengan penyediaan masker, dan sabun cuci tangan yang dapat dipergunakan oleh pengunjung hotel.
“Kami mencoba mengantisipasi penyebaran virus corona dengan menyiapkan masker dan tempat cuci tangan yang mudah di akses oleh pengunjung. Selain itu, kami sedang mengupayakan menghadirkan termometer inframerah di hotel,” tambahnya.
Pariwisata dan perhotelan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, kondisi hal itu, menunjukan bukti bahwa Covid-19 telah memberikan dampak secara berangsur-angsur.
Salah seorang pengunjung asal daerah Riau, Mifta, mengatakan, alasan pergi ke Sumatera Barat untuk berwista di ujung pekan ini, karena Sumatera Barat sudah dikenal dengan keindahan alamnya, pegunungannya, pantainya, dan kulinernya. Tapi kini, kondisi tempat wisata terlihat sepi.
“Ya agak sepi dari pada biasanya, kalau seperti saya pengunjung dari provinsi sebelah, sudah biasa ke sini. Jauh dari persoalan Covid-19, saya sering datang juga,” sebutnya.