Sebanyak 1.216 Pasien DBD di Sikka Sembuh

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah hingga hari Senin (16/3/2020) meskipun jumlah kasus baru terus mengalami penurunan sejak minggu kedelapan.

Dampak dari gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang mulai dilakukan masyarakat sejak diminta pemerintah kabupaten Sikka mulai terasa ditambah lagi dengan hujan yang sudah jarang turun menyebabkan kasus baru terus menurun.

“Untuk DBD, hari ini 1.335 kasus dan yang meninggal dunia masin 14 orang. Tren kasusnya terus mengalami penurunan,” sebut Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr.  Clara Y.  Francis, Senin (16/3/2020).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr.Clara Y. Francis (kiri) bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka Kensisus Didimus saat ditemui di kantor bupati Sikka, Senin (16/3/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan dokter Clara, untuk hari ini Senin (16/3/2020) ada 102 pasien yang masih dirawat di 3 rumah sakit yang ada di Kabupaten Sikka di mana RS TC Hillers merawat 80 pasien, RS sta.Elisabeth Lela 3 orang dan RS St. Gabriel Kewapante sebanyak 19 pasien.

Pasien DBD yang sudah diperiksa dan didiagnosa DBD hari ini Senin (16/3/2020) ada 13 orang dan diharapkan agar kasusnya terus menurun, sementara pasien yang sudah sembuh sebanyak 1.216 orang.

“Masih ada pasien yang dirawat sebanyak 102 orang dan ketika menjalani perawatan sampai 7 hari dan sembuh maka pasien sudah bisa dipulangkan ke rumahnya masing-masing,” ungkapnya.

Menurunnya kasus baru DBD, terang Clara, karena sudah mulai lakukan aksi bersih-bersih dan PSN massal sehingga diharapkan aksi ini terus dilakukan guna memutus mata rantai nyamuk demam berdarah berkembang biak, putus siklus nyamuk.

Meskipun ada PSN tapi kasus tetap ada menurutnya, karena masih ada nyamuk yang menggigit manusia sebab fogging dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa dan masih ada jentik atau sarang nyamuk yang menetas,

“Bukan cuma nyamuk dewasa saja yang dibunuh lewat fogging tetapi dengan adanya PSN juga membasmi jentik nyamuk sehingga perkembangbiakannya diputus. Ini yang membuat jumlah kasus terus menurun,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menyebutkan, pemerintah merasa terbantu dengan adanya bantuan alat fogging sebanyak 10 unit dari PT. Pertamina sehingga bisa membantu karena yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Sikka hanya memiliki 11 alat fogging.

Menurut Robi sapaannya, dengan adanya bantuan ini maka sangat membantu sekali dan alat ini bisa langsung dipergunakan hari ini, Senin (16/3/2020) untuk melakukan fogging di wilayah yang telah ditentukan.

“Kita berterima kasih atas bantuan ini karena sangat membantu sekali. Selama ini kita hanya memiliki 11 alat saja sehingga dengan tambahan alat fogging maka bisa membantu mengatasi demam berdarah,” ungkapnya.

Lihat juga...