‘Screener’ Penumpang Domestik di BIM Mulai Diberlakukan Besok

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan pada Selasa (17/3) dimulai pemasangan alat screener untuk kedatangan dan kepulangan penumpang domestik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Hal ini dipastikan, Pemprov Sumbar setelah koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Padang.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, yang melihat langsung persiapan penetapan pemasangan screener di BIM. Dia mengatakan, tujuan screener untuk kedatangan dan kepulangan penumpang domestik diberlakukan untuk menyikapi semakin bertambahnya kasus virus Covid-19 di Indonesia. Bahkan dapat di perkirakan, kedatangan dan kepulangan domestik di BIM mencapai ribuan penumpang per harinya.

Ia menyebutkan, sudah seharusnya di bandara itu diberlakukan pengukuran suhu tubuh penumpang. Sebab, ada kemungkinan wisatawan asing menggunakan penerbangan domestik setelah melakukan perjalanan domestik pula.

“Semoga dengan cara ini, kita bisa mengetahui kondisi dari penumpang yang datang dan pergi di BIM ini. Besok sudah kita mulai, dan malam ini KKP bersama pihak otoritas bandara juga tengah mempersiapkan pemasangan alatnya,” katanya, Senin (16/3/2020).

Wagub menyatakan, untuk memulai kerja besok itu, Pemprov Sumatera Barat telah memperbantukan sejumlah personel Satpol PP untuk membantuk pihak KKP dalam melakukan screener setiap penumpang yang datang maupun yang pergi. Mereka juga telah dilatih sejak kemarin, dan besok Satpol PP sudah bisa menjalankan tugas di BIM.

“Satpol PP ini nantinya akan dilengkapi dengan perlengkapan sesuai standar dalam melakukan pengecekan suhu tubuh setiap penumpang di BIM,” ujarnya.

Nasrul berharap kepada masyarakat atau pun penumpang yang melakukan penerbangan melalui BIM tidak resah adanya pemasangan alat screener tersebut. Karena upaya ini dilakukan, juga bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi penumpang datang dan pergi di Sumatera Barat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidomologi, KKP Kelas II Padang, Ildamsyah, mengatakan, pengawasan di bandara perlu dilakukan, dan selama ini alat sreener hanya dilakukan untuk kedatangan internasional di BIM. Namun melihat dari kondisi Indonesia terkait perkembangan penyebaran virus Covid-19, Pemprov Sumatera Barat bersama KKP pun sepakat untuk turut memasang alat screener di kedatangan dan kepulangan domestik.

“Awalnya kita kekurangan petugas, karena untuk domestik ini penumpangnya banyak, jadi kita butuh petugas. Tapi berkat inisiasi dari pak Wagub Nasrul Abit, solusi pun didapatkan. Ada puluhan Satpol PP yang ditugaskan untuk membantu kami dalam melakukan tugas di BIM ini,” ucapnya.

Ia mengakui, dengan adanya penambahan petugas ini, KKP bisa memaksimalkan kinerja dalam melakukan pengawasan dan pemantauan suhu tubuh penumpang yang datang dan pergi di BIM tersebut. Besok di BIM akan dimulai untuk pintu-pintu domestik, dan kepada masyarakat diharapkan bersabar dan tidak resah.

“Kami tentunya sangat terbantu adanya kebijakan dari Pemprov Sumatera Barat menugaskan Satpol PP ini. Semoga selama kami bertugas nanti, harapan untuk memastikan setiap penumpang yang datang dalam kondisi yang sehat dan aman, bisa tercipta,” harapnya.

Lihat juga...