Pemkot Bekasi Imbau Tempat Hiburan Tutup Cegah Covid-19
Editor: Koko Triarko
BEKASI – Guna mengantisipasi penyebaran virus baru Corona, di Pemerontah Kota Kota Bekasi, Jawa Barat, mengeluarkan surat edaran resmi yang meminta tempat hiburan seperti karaoke, spa, dan membatasi kegiatan melibatkan orang banyak di wilayah setempat.
Edaran tersebut menyusul ditemukannya 9 warga Kota Bekasi positif Covid-19, dan 66 orang terduga terpapar Covid-19 terhitung hingga 19 Maret 2020, disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.
“Terhitung mulai malam ini, Kamis (19/3/2020), rumah makan besar agar mengurangi kegiatan besar. Begitu pun tempat hiburan seperti karaoke, spa, diskotik harus mulai tutup di Kota Bekasi,” ungkap Rahmat Effendi.
Hal tersebut dalam rangka meminimalisir atau upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Bekasi.
Meski sudah ditemukan 9 orang positif Corona, Bang Pepen, menyatakan belum meningkatkan status sebagai ‘KLB’. Hanya meningkatkan kesiagaan lebih ditingkatkan lagi.
Bentuk peningkatan kesiagaan, tegasnya, Pemkot Bekasi bersama Forkopimda membentuk tim khusus yang disebut tim War-war yang bertugas menggunakan mobil menyiarkan di tengah perkampungan kehati-hatian dini, dan menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari Covid-19.
“Tim War-war ini bersama Satgas Pemkot Bekasi terdiri dari TNI, Polri dan Pemkot. Melakukan langkah nyata untuk menekan penyebaran Covid-19,” tukasnya.
Tim War-war, sambung dia akan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di titik tertentu yang sudah terdeteksi Covid-19, sehingga penyebarannya bisa dicegah.
Selain itu, dewan masjid Indonesia (DMI) di Kota Bekasi juga diminta melakukan imbauan penyebarluasan berkaitan dengan imbauan Wali Kota Bekasi untuk menghindari perkumpulan massa, dan lebih banyak mengisolasi diri di rumah jika tidak ada keperluan urgen.
Begitu pun unsur Pemkot Kota Bekasi bersama jajaran muspika, melakukan upaya dalam rangka memperbanyak jumlah warga yang mengetahui penyebaran virus Corona cukup tinggi dan signifikan. Sehingga masyarakat bisa mendapat edukasi terkait pencegahan.
“Kami tentunya terus melakukan evaluasi perkembangan selama 24 jam terkait Covid-19,” tandasnya.
Sementara Wakil Wali Kota Bekasi, dikonfirmasi usai menggelar rapat dengan pihak imigrasi, tentang kabar adanya warga Kota Bekasi yang sudah meninggal akibat Corona, dia menegaskan belum mengetahui secara detail.
“Saya memang rapat, tapi saya tidak mendengar soal itu. Bagi saya informasi tersebut belum valid, karena belum ada laporan resmi,” tegasnya.