Pemkot Bekasi Akan Evaluasi Makam Terancam Longsor

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, segera melakukan evaluasi terkait lokasi pemakaman Keramat, Madhari Muhammad Kepri bin Muhammad Sainan, di RW.01/RT.06, Kampung Sawah, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, yang dinyatakan nyaris longsor.

Namun dia mengatakan tidak bisa sertamerta melakukan perbaikan, karena harus melalui proses perencanaan anggaran dan lainnya. Kondisinya berbeda dengan Kali Bekasi, langsung diperbaiki oleh PUPR.

“Kondisi pemakaman tersebut lokasinya berbeda dengan Kali Bekasi, sebelumnya ditetapkan darurat. Hal tersebut jadi dasar hukum PUPR melakukan perbaikan beberapa titik bantaran Kali Bekasi,” ujar Bang Pepen, sapaan akrabnya, dikonfirmasi Cendana News, usai pelantikan Kedemangan Bekasi, Selasa (3/3/2020) sore.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, dikonfirmasi soal pemakaman nyaris longsor usai mengukuhkan Kademangan Bekasi, Selasa (3/3/2020) sore. –Foto: M Amin

Dikatakan, Kali Cakung juga memiliki alur yang panjang yang bermuara ke Banjir Kanal Timur (BKT). Tentunya, bantaran Kali Cakung rentan longsor karena belum dilakukan turap.

Menurutnya, solusinya hanya turap, agar gerusan tebing sepanjang bantaran Kali Cakung tidak berkelanjutan. Namun kembali dia menegaskan, bahwa hal tersebut butuh proses anggaran.

Dikonfirmasi apakah tidak bisa dipercepat, mengingat beberapa makam sudah tergerus, bahkan ada beberapa makam yang sudah terlihat kain pocong sebagian mengulur di sisi tebing yang longsor, spontan dia menjawab harus berproses, karena akan menggunakan dana daerah.

Diakuinya, bahwa Kali Cakung akhir Januari lalu intensitasnya cukup tinggi. Hingga dia mengakui bahwa tidak sedikit tebing yang tergerus oleh air. Apalagi, diketahui lokasi pemakaman Keramat di Jatimurni itu lokasinya patahan air.

“Nanti saya akan tinjau langsung, agar dilakukan evaluasi. Atau dicarikan solusi lain, sehingga longsor tersebut bisa tertangani segera,” paparnya.

Sebelumnya, Kuncen sekaligus ahli waris lahan Pemakaman Pak Samin, tersebut mengatakan longsor yang terjadi di areal pemakaman Keramat Madhari akibat hujan yang melanda Kota Bekasi, puncaknya 25 Februari lalu.

“Akibat Longsor, banyak pemakaman tergerus bahkan jumlah yang sudah hilang tak terhitung lagi. Ini saja saya baru memindahkan satu makam,” ujar Samid, Senin (2/3/2020).

Dikatakan, kondisi tersebut sudah diketahui oleh RT, tapi sampai sekarang pihak kelurahan atau pun Kecamatan Pondok Melati belum ada melihat langsung. Padahal, kondisinya memprihatinkan. Sudah banyak kain pocong yang hanyut dan tertarik air.

Menurutnya, dulu ada dua baris kuburan sudah hilang, tapi untuk jumlah Samin mengaku tidak bisa menghitung, dia hanya mengatakan sudah banyak yang hilang.

Samin berharap ada tindakan dari Pemerintah Kota Bekasi, seperti turap, agar kikisan atau longsor tidak terus berlanjut dan banyak makam yang dibawa longsor.

Lihat juga...