Pedagang Kuliner di Tanjung Karang Optimalkan Jasa Online

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah pedagang kuliner di Tanjung Karang, Bandar Lampung sebagian masih berjualan meski warga membatasi diri bepergian. Sejumlah pedagang kuliner tradisional yang masih berjualan memilih memakai jasa pesanan online.

Dewita, pedagang pempek Selero Kito di Jalan Pangeran Antasari menyebut sengaja tidak menutup usaha miliknya.

Meski tetap buka, Dewita menyebut jumlah pelanggan yang datang ke warung miliknya berkurang. Saat hari normal ia bisa menjual pempek, makanan khas Palembang sebanyak 1000 buah. Pada akhir pekan jumlah pempek yang dijual mencapai 2000 biji. Namun imbas Coronavirus Disease (Covid-19) stok yang disiapkan berkurang.

Meski pelanggan yang datang berkurang, Dewita menyebut terbantu sistem pembelian dalam jaringan (daring) atau online. Berbasis aplikasi ia menetapkan pembelian online minimal untuk pesanan lebih dari 20 buah. Sebab dengan harga Rp1.000 per biji pempek miliknya banyak diminati konsumen. Sejumlah aplikasi pemesanan makanan online lebih banyak diminati imbas virus Covid-19.

“Permintaan memang sedikit berkurang karena pelanggan mulai membatasi kegiatan di luar rumah, kalaupun ada yang masih membeli untuk dimakan langsung di warung jumlahnya terbatas dominan yang pesan online,” ungkap Dewita saat ditemui Cendana News di Jalan Pangeran Antasari, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Sabtu (28/3/2020).

Pempek dengan ciri khas dimakan memakai air cuko (perpaduan cabai, cuka, gula merah) yang sudah dikemas. Bagi pelanggan yang akan mengonsumsi pempek jenis lenggang, lenjer, kapal selam air cuko disediakan pada botol khusus.

Berjualan pempek sejak tujuh tahun silam di lokasi tersebut membuat ia memaksimalkan aplikasi pemesanan online.

Pempek khas Palembang buatannya menurut Dewita sebelum Covid-19 merebak dibuat terbatas. Sistem penggorengan pempek yang dilakukan mendadak membuat ia memiliki stok dalam kondisi sudah direbus.

Semenjak Covid-19 ia hanya berhasil menjual sekitar 800 buah atau beromzet hanya sekitar Rp800.000. Padahal dalam kondisi normal bisa mendapat omzet sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.

“Pembeli dengan sistem online umumnya orang yang sudah memiliki smartphone, sebagian datang langsung ke warung meski sepi,” cetusnya.

Saat Covid-19 mewabah, Dewita juga menyebut melakukan proses berjualan dengan memakai masker. Penggunaan masker diakuinya menjadi cara untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19.

Kuliner pempek yang dipesan pelanggan diakuinya akan dikemas dalam wadah plastik sehingga dalam kondisi tertutup. Meski penjualan berkurang ia tetap bersyukur masih ada pelanggan yang membeli pempek miliknya.

Ezranda, salah satu pelanggan menyebut masih membeli pempek langsung untuk dimakan di tempat sebagian dibawa pulang. Meski ada imbauan untuk melakukan aktivitas di dalam rumah ia menyebut keluar untuk mencari kebutuhan makanan.

Ezranda (kiri) menunggu pesanan pempek dari pedagang pempek Palembang Selero Kito di Jalan Pangeran Antasari, Tanjung Karang,Bandar Lampung yang tetap berjualan meski konsumen menurun, Sabtu (28/3/2020) – Foto: Henk Widi

Sejumlah usaha kuliner yang sebelumnya buka diakuinya kini mulai tutup terutama usaha kuliner yang kerap menjadi tempat berkumpul.

“Ada sejumlah usaha kuliner waralaba yang hanya menerima pesanan online sehingga banyak yang tidak keluar rumah,” cetusnya.

Pemilik usaha kuliner Seblak bernama Zubaidi di jalan yang sama mengaku masih membuka usaha miliknya. Selain dirinya pedagang makanan tradisional martabak, sate ayam dan nasi goreng masih tetap beroperasi.

Meski tetap beroperasi Zubaidi yang memiliki usaha Seblak Mang Ubay mengurangi stok. Pengurangan stok dilakukan mengantisipasi pelanggan yang berkurang.

Zubaidi menyebut solusi yang dilakukan pedagang dengan memaksimalkan aplikasi. Ia bahkan menawarkan kuliner yang dijualnya pada media sosial Facebook, Instagram.

Zubaidi (kiri) pemilik usaha kuliner mang Ubay di Jalan Pangeran Antasari, Tanjung Karang, Bandar Lampung yang mengalami penurunan pembeli akibat warga yang membatasi diri bepergian keluar rumah, Sabtu (28/3/2020) – Foto: Henk Widi

Sebagian pelanggan memilih melakukan pemesanan dan pengantaran akan dilakukan dengan memakai jasa ojek berbasis aplikasi.

Lihat juga...