Fasilitas Publik di Sikka Disemprot Disinfektan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Sikka terus gencar melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai fasilitas umum termasuk melibatkan Palang Merah Indonesia serta para relawan perorangan dan organisasi mahasiswa seperti PMKRI, GMNI dan PMII cabang Sikka.

Selain melakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas umum seperti terminal, rumah ibadah serta rumah sakit, penyemprotan pun mulai menyasar kantor pemerintah di kecamatan serta kantor polisi dan koperasi.

“Penyemprotan dilakukan di berbagai fasilitas publik dengan melibatkan tenaga relawan dan PMI cabang Sikka. Disinfektan kami buat sendiri di Dinas Kesehatan dengan melibatkan tenaga ahli kesehatan lingkungan atau sanatarian,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, Sabtu (28/3/2020).

Petrus mengatakan, petugas ahli kesehatan lingkungan yang juga ahli mengenai pencampuran bahan kimia membuat disinfektan sendiri karena pihaknya kesulitan untuk mendapatkan bahan disinfektan yang dijual umum. Karena stok habis.

Sementara itu camat Nelle, kabupaten Sikka, Nicolaus Emanuel, mengatakan, untuk wilayah kecamatan Nelle yang berada dekat kota Maumere, penyemprotan di kantor pemerintah dan sarana publik baru kali ini dilakukan pertama kalinya.

“Kami baru hari ini melakukan penyemprotan setelah berkoordinasi dengan posko Pencegahan Penularan Covid1-19 di kantor Dinas Kesehatan. Hari ini kami melakukan penyemprotan di kantor camat, Polsek Nelle, kantor desa Nelle Wutung dan sebuah pub atau tempat hiburan malam,” ungkapnya.

Untuk fasilitas umum lainnya di wilayah 5 desa yang ada di kecamatan Nelle kata Nicolaus, pihaknya akan menggelar rapat bersama para kepala desa besok, Minggu (29/3/2020) sehingga mulai Senin (30/3/2020) sudah bisa dilakukan.

Untuk bahan disinfektan kata dia, dananya diambil dari dana desa di setiap desa untuk membeli bahan pembuatan disinfektan. Nanti pihaknya akan mengundang tenaga dari Dinas Kesehatan untuk memberikan pelatihan cara mencampur agar bisa menjadi disinfektan.

“Setelah diberikan pelatihan maka diharapkan setiap desa sudah bisa melakukan penyemprotan sendiri mulai Selasa (31/3/2020). Untuk alat pelindung diri seperti masker, pakaian, kaus tangan dan sepatu bisa dibeli sendiri di toko yang menyediakan di kota Maumere,” tuturnya.

Sementara untuk alat penyemprotan lanjut Nicolaus, sementara bisa menggunakan alat penyemprot hama milik kelompok tani atau meminjam dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian yang ada di desa.

Sementara itu, kepala desa Nelle, Urung Yulius Welung, yang juga pemilik pub dan tempat hiburan malam Cinta Sejati mengatakan, senang tempat usahanya juga disemprot cairan disinfektan.

Kepala Desa Nelle Urung Kecamatan Nelle Kabupaten Sikka, NTT, Yulius Welung saat ditemui di pub miliknya, Sabtu (28/3/2020). Foto: Ebed de Rosary

Hal ini kata Yulius, perlu dilakukan mengingat tempat hiburan miliknya selalu dikunjungi banyak orang sehingga bisa mencegah penularan virus Corona meskipun tempat usahanya juga sedang tutup.

“Saya senang tempat usaha saya pun mendapatkan penyemprotan disinfektan. Tempat usaha saya juga sedang tutup karena sepi pengunjung. Hanya ada 4 orang perempuan saja karena yang lainnya sedang pulang kampung,” tuturnya.

Lihat juga...