Optimalisasi Aset Negara tak Selalu Harus Komersil
Edtor: Koko Triarko
JAKARTA – Dirjen Kekayaan Negara, Isa Rachmatarwata, mengungkapkan aset negara harus dioptimalisasikan, sehingga memiliki nilai tambah (additional value), meski nilai tambah tersebut tidak harus selalu bersifat komersil.
“Kadang-kadang memang kita tidak perlu berhitung terlalu komersil. Jangan ‘mata duitan’ juga negara ini. Kalau aset itu misalnya gedung, bermanfaat bagi aktivitas sosial yang positif, mampu menghadirkan aktivitas ekonomi baru di sana, ya kenapa harus disewakan?” ujar Isa di Gedung Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Jakarta, Jumat (6/3/2020).
Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang diberi kewenangan mengelola aset negara, Direktur LMAN, Rahayu Puspasari mengaku telah mengoptimalkan sejumlah aset negara untuk aktivitas sosial kemasyarakatan, salah satu contohnya adalah menjadikan aset bangunan di wilayah Caringin, Cideng, Jakarta Pusat sebagai pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
“Kita kerja sama dengan Pemprov DKI. Dikenakan biaya ngga? Iya, tapi minim sekali. Kita mendorong agar pelayanannya lebih baik. Mereka juga kita tuntut melakukan pemeliharaan aset,” kata wanita yang akrab disapa Puspa itu di tempat yang sama.
Contoh lain, namun yang bersifat komersil adalah gedung kantor LMAN itu sendiri, yang berlokasi di jalan Diponogoro, Jakarta Pusat. Puspa mengklaim, pembangunan kantor LMAN bagian dari peningkatan nilai tambah atas aset negara, di mana dulunya merupakan gedung bank yang dilikuidasi pada 1998.
Aset tersebut berhasil disulap oleh LMAN menjadi Gedung perkantoran berkonsep co-working space dan mendukung digitalisasi kerja.
“Hal ini merupakan cerminan budaya kerja LMAN dan diharapkan akan menjadi nilai yang dibawa oleh LMAN, dalam melaksanakan tugas yang strategis, yaitu meningkatkan nilai tambah atas aset negara,” papar Puspa.
Perlu diketahui, per 31 Desember 2019, nilai total aset LMAN sebesar Rp29,2 triliun, yang terdiri dari aset properti senilai Rp748 miliar serta aset di Kawasan kilang Bontang dan Lhokseumawe senilai Rp28 triliun.
Sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dihasilkan LMAN pada 2019 (tahun berjalan) senilai Rp720 miliar.