Merapi Kembali Erupsi, Tinggi Kolom 2000 Meter
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Erupsi kembali terjadi di Gunung Merapi pada Sabtu (28/3) pukul 05.21 WIB. Tercatat tinggi kolom erupsi mencapai 2000 meter dan arah angin ke Barat.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyatakan erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 50 mm dan durasi 180 detik.
“Untuk saat ini, kejadian erupsi semacam ini masih dapat terjadi sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma masih berlangsung,” kata Hanik saat dihubungi, Sabtu (28/3/2020).

Ia menjelaskan bahwa besarnya suplai magma dari zona yang lebih dalam adalah motor utama dari aktivitas vulkanis dan membuat sistem vulkanis berjalan.
“Di Merapi ada 2 kantung magma, yaitu kantong dangkal dan dalam. Keduanya aktif menyuplai magma yang terlihat dari kejadian gempa vulkanik,” ujarnya.
Suplai magma Merapi dari kedalaman terkait dengan sistim tektonik yaitu subduksi oleh tumbukan antara lempeng samudera Indo-australia dan lempeng benua Asia.
“Untuk suhu kawah saat erupsi, kita tidak bisa pantau. Karena stasiun suhu puncak rusak akibat erupsi tanggal 13 Februari 2020,” ungkapnya.
Terkait dengan beberapa gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu dan pengaruhnya, Hanik menyatakan hal tersebut belum bisa dipastikan.
“Memang banyak penelitian tentang hubungan antara gempa tektonik dan kejadian erupsi. Namun apakah gempa-gempa tersebut memicu letusan Merapi masih memerlukan studi yang lebih lanjut,” pungkasnya.