Lomba Mewarnai di Bulan Soeharto, Edukasi Sejarah Bangsa
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Puluhan anak usia dini sangat antusias menjawab pertanyaan salah seorang juri lomba mewarnai perayaan Bulan Maret Bulan Pak Harto.
“Anak-anak, Indonesia sudah punya 7 presiden, salah satu presiden kita ada di gambar ini? Siapa yang tahu?” tanya Sujarwo, ketua juri lomba mewarnai Bulan Maret Bulan Pak Harto.
“Pak Harto,” jawab seorang bocah dengan lantangnya. “Betul,” jawab Kak Jarwo demikian panggilan Sujarwo.

“Sebutkan, dua presiden yang kalian tahu?” tanya Kak Jarwo lagi.
Ada yang menjawab, sambil mengangkat tangannya. “Pak Harto dan Pak Jokowi,” ujar anak itu sambil tersenyum.
Berlanjut Kak Jarwo bertanya lagi. “Ayo siapa yang tahu apa saja jasa Pak Harto untuk Indonesia?”
“Padi, makanan,” jawab seorang bocah.
Pertanyaan berikutnya yakni, adalah tentang makanan khas daerah. “Anak-anak, sebutkan dua makanan khas daerah?” tanya Kak Jarwo.
“Nasi dan jagung, Kak,” jawab seorang anak lagi sambil nyengir.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dilontarkan sebelum lomba mewarnai dimulai. Namun sebelumnya, terlebih dahulu Kak Jarwo memberikan penjelasan kepada mereka tentang sejarah bangsa, utamanya kepemimpinan Pak Harto sebagai presiden Republik Indonesia.
“Lomba ini agak beda dari biasanya. Karena lomba ini adalah mengingatkan kepada pimpinan negara yang terdahulu. Mereka kan tidak tahu. Kita hanya sekedar mengingatkan saja, terutama tokohnya, ada Pak Harto. Maka, tema lomba ini Swasembada Pangan,” kata Kak Jarwo kepada Cendana News ditemui di sela lomba mewarnai di Balai Panjang Museum Indonesia Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (8/3/2020).
Lomba ini menurutnya, bukan sekedar lomba tapi juga mengedukasi anak-anak usia dini tentang sejarah bangsa Indonesia. Salah satunya, kesuksesan Indonesia dalam swasembada pangan di masa pemerintahan Pak Harto.
“Kita coba ulas kembali dan jasa Pak Harto, apa saja. Salah satunya sandang pangan. Pangan kita tidak hanya nasi, ada ubi, jagung, dan singkong. Dan itu dikenalkan pada mereka,” ungkapnya.
Adapun kriterian penilaian lomba, adalah sebut dia, kerapian, komposisi warna, dan finishing. Serta saat mewarnai, anak-anak dapat berkreasi menuangkan kreativitas pada gambar tersebut.
“Di gambar Pak Harto itu, anak-anak bisa menambah gambar. Silakan berkreasi, bisa tambah gambar gunung awan, dan pelangi di dalam lembaran putih yang ada Pak Hartonya itu,” ujarnya.
Bagi yang juara lomba, selain mendapatkan ragam hadiah menarik. Mereka juga mendapat tiket masuk gratis ke wahana TMII, juga unit lainnya.
Jarwo berharap lomba ini dapat mengurangi anak-anak dalam bermain telepon seluler.
“Saya sedih kalau anak-anak sudah main HP, jadi lupa segalanya, diharapkan lomba ini dapat membangun kreativitas anak dalam kesenian,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Pembina Yayasan Harapan Kita (YHK) Soehardjo Soebardi, didampingi Ketua Panitia Bulan Maret Bulan Pak Harto, Dr. Arissetyanto Nugroho MM, dan Pelaksana Lomba Mewarnai, Oetami Noor Permadi, meninjau peserta lomba mewarnai di Balai Panjang TMII, Jakarta, Minggu (8/3/2020).

Sambil tersenyum ramah, Soehardjo Soebardi menyapa peserta lomba sebagai bentuk penyemangat.
Sebelumnya, di Candi Bentar, Soehardjo Soebardi didampingi Ketua Pengarah Bulan Maret Bulan Pak Harto, Prof. Haryono Suyono, dan Direktur Utama TMII Tanribali Lamo, memberikan materi lomba mewarnai dan melengkapi gambar kepada siswi Taman Kanak-kanak Padepokan TMII.
Arissetyanto Nugroho mengatakan, acara ini sudah rutin digelar sejak tiga tahun yang lalu. “Ini tahun keempat ya. Tentunya dengan berbagai kegiatan, ada lomba mewarnai anak usia dini, salah satunya,” ujar Arissetyanto Nugroho kepada Cendana News ditemui saat mengunjungi area lomba mewarnai di Balai Panjang Museum Indonesia TMII.
Arissetyanto mengatakan, rangkaian acara perayaan Bulan Maret Bulan Pak Harto ini akan berlangsung hingga September mendatang.
Dindatian, siswa PAUD yang merupakan salah satu peserta mengaku senang ikut lomba mewarnai yang bergambar Presiden Soeharto.
“Pak Harto, itu Presiden, saya jadi tahu. Senang lihat senyumnya. Ini gambar Pak Harto, saya warnai bagus kan?” ujar Dinda sambil memperlihatkan gambar itu.