Lahan Kedelai Edamame KUD Gemah Ripah, Bertambah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Setelah sukses panen perdana, KUD Gemah Ripah Trirenggo Bantul, kembali menanam dan membudidayakan kedelai asal Jepang Edamame untuk kedua kali. Penanaman di musim tanam kedua ini dilakukan di lahan yang lebih luas, yakni sebanyak 1,25 hektare.

Manajer Umum KUD Gemah Ripah, Trirenggo, Bantul, Ambyah, mengatakan, penambahan luas lahan sebanyak 2500 meter persegi ini dilakukan di lahan pribadi milik warga.

Manajer Umum KUD Gemah Ripah Trirenggo, Bantul, Ambyah, saat dijumpai, Jumat (27/3/2020). Foto: Jatmika H Kusmargana

Pasalnya terdapat 3 orang warga/petani yang tertarik untuk ikut menaman dan membudidayakan kedelai Edamame yang digalakkan KUD Gemah Ripah Trirenggo Bantul.

“Ada 3 orang petani yang tertarik ikut bergabung untuk menanam kedelai Edamame. Sehingga saat ini ada penambahan luas lahan dari semula 1 hektare menjadi 1,25 hektare,” ujarnya kepada Cendana News, Jumat (27/3/2020).

Ambyah mengatakan, 3 orang warga Desa Cerdas Mandiri Lestari, Trirenggo, Bantul, tersebut tertarik membudidayakan kedelai Edamame setelah mengetahui besaran keuntungan yang didapatkan petani pada panen perdana lalu. Sehingga mereka pun langsung ikut menanam kedelai sayur asal Jepang ini.

“Para petani ini mengambil bibit dari koperasi. Satu kilo bibit kita beri harga Rp80 ribu. Lebih murah dibandingkan harga bibit kedelai Edamame di pasaran,” ungkapnya.

Selain memfasilitasi kebutuhan bibit, KUD Gemah Ripah juga memberikan akses pinjaman modal bagi para petani yang membutuhkan biaya operasional untuk membudidayakan kedelai Edamame. Pada petani juga akan didampingi mulai dari pengolahan tanah, penanaman, perawatan hingga masa panen.

“Tujuan kita mendorong petani membudidayakan kedelai Edamame ini tak lain adalah untuk meningkatkan penghasilan para petani. Sehingga kesejahteraan mereka nantinya bisa semakin meningkat,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, KUD Gemah Ripah, Trirenggo, Bantul, yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri sejak beberapa bulan terakhir aktif menggalakkan penanaman kedelai Edamame di kalangan petani.

Komoditas kedelai Edamame dipilih karena memiliki banyak kelebihan dan keuntungan. Mulai dari masa panen yang singkat yakni 65 hari, perawatan yang mudah, serta nilai jualnya yang cukup tinggi.

Pada uji coba penanaman perdana lalu, KUD Gemah Ripah bersama Gapoktan, Trirenggo, Bantul, sukses memanen kedelai Edamame. Dari total lahan seluas 1 hektare, mereka bisa menghasilkan kedelai siap jual sebanyak kurang lebih 10 ton dengan nilai jual Rp 8000 per kilogramnya.

Lihat juga...