Cegah Penimbunan, Pemdes Pasuruan Cek Harga Sembako

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) melakukan pengecekan harga di pasar tradisional setempat.

Sumali, Kepala Desa Pasuruan menyebut, pengecekan harga komoditas dilakukan bersama unsur Babinsa Koramil 421-03/Penengahan dan unsur terkait.

Sumali (kiri) Kepala Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, dan tim melakukan pengecekan harga komoditas pokok sekaligus imbauan menjaga kebersihan cegah penyebaran Covid-19, Jumat (27/3/2020) – Foto: Henk Widi

Pengecekan sejumlah harga kebutuhan pokok diakui Sumali rutin dilakukan jelang Ramadan dan merebaknya Corona Virus Disease (Covid-19).

Pengecekan menjadi cara untuk memantau kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat dan pencegahan penimbunan bahan pokok. Sebab pada masa darurat Covid-19 diharapkan tidak ada yang melawan hukum dengan menimbun stok barang.

Pemantauan harga disebut Sumali melibatkan pedagang dan pembeli sehingga bisa diperoleh informasi dari kedua pihak.

Berdasarkan pantauan sejumlah harga komoditas tetap stabil dan pasokan lancar. Meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan masih dalam taraf kewajaran. Sejumlah harga komoditas yang naik imbas pasokan terhambat dan berkurang.

“Semua kebutuhan pokok yang dijual pedagang kami pantau bersama tim pengelola pasar, Babinsa dan unsur terkait dengan imbauan pedagang jangan memanfaatkan kesempatan menaikkan harga imbas Covid-19 sehingga tidak ada panic buying,” terang Sumali saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (27/3/2020).

Sumali menyebut, pasar tradisional Pasuruan yang terdiri dari 300 pedagang dengan rumah roko (ruko), hamparan dan los. Berdasarkan pemantauan tim ia memastikan persediaan stok dari sejumlah komoditas pangan dinilai dalam kondisi yang aman sehingga masyarakat tidak melakukan panic buying.

Sebab kekhawatiran akan Covid-19 berpotensi membuat masyarakat melakukan pembelian berbagai barang kebutuhan dalam jumlah berlebihan.

Selain pemantauan harga di pasar tradisional tersebut, Sumali menyebut tim melakukan imbauan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Langkah yang dilakukan bersama Babinsa dan tim dengan menganjurkan pedagang, pembeli menggunakan masker. Langkah pencegahan virus Covid-19 diakuinya telah dilakukan dengan proses disinfeksi memakai cairan disinfektan.

“Penyemprotan cairan disinfeksi telah kami lakukan pada area pasar dan rumah warga sekaligus anjuran PHBS,” bebernya.

Penyediaan fasilitas drum cuci tangan telah disiapkan pada sejumlah titik di pasar tersebut. Sebanyak 6 tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun disiapkan bagi pedagang, pembeli.

Kepada sejumlah pedagang, pembeli, petugas pasar juga memberikan hand sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan. Sejumlah pedagang dan pembeli yang tetap beraktivitas dianjurkan memakai masker.

Sertu Yus Karyanto, Babinsa Koramil 421-04/Penengahan menyebut, ia ikut memantau harga pasar. Pada masa darurat Covid-19 ia mengimbau pedagang tidak memanfaatkan untuk mencari keuntungan berlipat.

Sertu Yus Karyanto, Babinsa Koramil 421-03 Penengahan Lampung Selatan, melakukan penyemprotan hand sanitizer bagi pengunjung di pasar tradisional Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Jumat (27/3/2020) – Foto: Henk Widi

Sebab dipastikan sejumlah stok barang aman untuk kebutuhan masyarakat. Protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh pedagang dan pembeli menerapkan PHBS harus dipatuhi.

“Meski ada imbauan tetap berada di rumah, warga yang tetap berbelanja harus menjaga kebersihan diri, menjaga jarak,” terang Sertu Yus Karyanto.

Saminah, pedagang di pasar Pasuruan menyebut, kebutuhan pokok yang dijual masih stabil. Sejumlah kebutuhan pokok yang dijual meliputi beras seharga Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp23.000 per kilogram.

Jenis komoditas yang dijual dengan kenaikan harga dibanding sebelumnya meliputi bawang merah, bawang putih, cabai merah, jahe merah.

Bawang putih sebelumnya dijual Rp35.000 naik menjadi Rp45.000, bawang merah semula Rp35.000 naik menjadi Rp40.000 per kilogram.

Cabai merah besar semula Rp25.000 naik Rp30.000 per kilogram. Daging sapi semula Rp110.000 naik menjadi Rp120.000 per kilogram. Jahe merah semula Rp40.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Gula putih semula Rp15.000 naik menjadi Rp18.000 per kilogram.

Lihat juga...