Kekurangsiapan ASDP dan KKP Cegah Covid-19 Dikritisi Forkopimda Lamsel
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Kekurangsiapan ASDP Cabang Bakauheni dalam pencegahan virus Corona (Covid-19) dikritisi oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Lampung Selatan (Lamsel).
Pelaksana Tugas Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, bahkan sempat mengungkapkan kekesalannya saat melihat kurang siapnya ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang di Bakauheni.

Nanang Ermanto menyebut, Forkopimda telah berkali-kali melakukan tinjauan kesiapan pencegahan Covid-19. Ia bahkan menyayangkan adanya sejumlah penumpang yang kurang pemeriksaan.
Evaluasi yang diberikan diantaranya tidak ada upaya penyemprotan disinfektan bagi penumpang yang baru turun dari kapal. Kesiapan ASDP diakuinya dilakukan agar dilakukan penyemprotan disinfektan pada area pelabuhan Bakauheni.
Nanang Ermanto juga menyebut alat penyemprotan disinfektan di pintu keluar pelabuhan Bakauheni baru dipasang saat Forkopimda datang.
Bersama Kapolres Lamsel AKBP Edi Purnomo, Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav Robinson Octovianus Bessie, Kajari Lamsel Hutamrin sepakat pengawasan perlu diperketat. Sebab Bakauheni merupakan pintu masuk dan keluar pulau Sumatera.

“Forkopimda Lamsel harapkan kepedulian ASDP karena Bakauheni jadi lokasi keluar masuknya penumpang jangan sampai ada virus Covid-19. Namun dari pemeriksaan kami masih belum lengkap bahkan ada yang baru disiapkan,” terang Plt Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, saat meninjau pelabuhan Bakauheni, Selasa (24/3/2020)
Nanang Ermanto menegaskan agar dilakukan aksi nyata oleh pihak terkait terutama ASDP dan KKP. Pengecekan dilakukan pada sejumlah penumpang asal pelabuhan Merak yang tidak diberikan masker diperiksa suhu tubuh.
Sebagai bentuk kepedulian Forkopimda, dilakukan pembagian masker kepada sejumlah penumpang asal Merak yang turun di pelabuhan Bakauheni.
Langkah preventif Pemkab Lamsel telah dilakukan dengan pembentukan gugus tugas penanganan Covid-19. Berbagai upaya sosialisasi menurut Nanang Ermanto dengan melarang masyarakat berkumpul, melakukan kegiatan keramaian dan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Pembentukan gugus tugas tersebut melibatkan sejumlah pihak diharapkan bisa mencegah masuknya Covid-19 di Lamsel.
Terkait evaluasi Plt Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Solikin, menyebut telah menyiapkan ruang isolasi.
Ruang isolasi yang disiapkan berada di dekat loket pembelian tiket. Pihaknya juga telah menyiapkan alat thermal gun untuk memeriksa suhu tubuh calon penumpang yang akan naik dan turun kapal.
“Evaluasi dari Forkopimda jadi masukan positif bagi kami dan yang belum dilaksanakan akan kami lengkapi,” terang Solikin.
Selain pemeriksaan suhu tubuh dengan thermal gun, ruang isolasi, petugas ASDP juga telah melakukan proses disinfeksi. Pada sejumlah kapal yang sandar di pelabuhan Bakauheni, Solikin menyebut diwajibkan untuk melakukan disinfeksi.
Petugas menurutnya disiapkan pada posko siaga Covid-19 di dermaga reguler dan dermaga eksekutif. Sesuai arahan Forkopimda, alat penyemprot disinfektan juga dipasang pada pintu keluar penumpang.
Penanggungjawab kantor pelayanan KKP Kelas II Panjang di Bakaauheni, Suwoyo menyebut petugas telah disiapkan. Sejumlah petugas ditempatkan pada kantor pelayanan di dermaga reguler dan dermaga eksekutif.
Sebelumnya petugas KKP telah melakukan disinfeksi pada Kamis (19/3) pada sejumlah titik. Titik yang disemprot disinfektan menurutnya berada pada area loket pembelian tiket, gangway dan titik yang dilintasi penumpang.
Petugas yang mengoperasikan thermal gun ditempatkan pada area dermaga eksekutif. Pemindaian suhu tubuh penumpang dengan thermal gun pada dermaga eksekutif saat jam keberangkatan dan kedatangan.
Meski demikian hingga kini belum ditemukan penumpang bersuhu lebih dari 38 derajat. Sejumlah tempat cairan hand sanitizer atau pembersih tangan menurutnya telah disiapkan bagi penumpang yang akan naik ke kapal.