Kasus Meningkat, DBD di Sikka Masuk Fase Krisis
Editor: Makmun Hidayat
Lotion anti nyamuk tersebut, terangnya, akan dibagikan kepada sekolah-sekolah yang banyak terdapat kasus DBD seperti SD dan SMP sementara kelambu dibagikan ke desa-desa yang banyak terdapat kasus demam berdarah.
“Kita akan memotivasi lintas sektor agar turun membantu serta melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bersama. Selama 14 hari ke depan kita harus setiap hari rutin melakukan PSN untuk memutuskan mata rantai penularan DBD,” tegasnya.
Sementara itu Inasensia Dua Kuben, warga Desa Gera Kecamatan Mego yang ditanyai Cendana News di Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan menyebutkan di Desa Geradan sudah banyak yang terserang DBD dan dirawat di Puskesmas dan rumah sakit.
Menurut Inasensia, meskipun sudah dilakukan fogging namun masyarakat masih kuatir sehingga perlu dilakukan sosialisasi oleh tenaga kesehatan terhadap masyarakat di desa-desa agar menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Banyak masyarakat di desa-desa rata-rata tidak memiliki tempat sampah sehingga sampah dibuang saja di samping halaman rumah atau di belakang rumah. Terkadang juga dibuang di kebun sehingga menjadi sarang nyamuk,” tuturnya.