Jahe Merah Langka di Bekasi, Diduga Dampak Corona

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Harga empon-empon, terdiri dari serai, kunyit, jahe, daun salam dan lengkuas mengalami lonjakan di Kota Bekasi, Jawa Barat. Kenaikan harga sejumlah rempah dapur tersebut terjadi sejak seminggu terakhir, setelah pengumuman adanya WNI terpapar Covid-19.

Melambungnya harga sejumlah bumbu dapur tersebut menjadi keluhan ibu rumah tangga, setiap membeli paket bumbu dapur yang hanya banyak serai, daun salam. Sementara kunyit dan jahe hanya sedikit.

“Harga bumbu dapur itu kan paketan biasanya di pasar tradisional. Sekarang pedagang di pasar, mensiasati dengan mengurangi bumbu lainnya, terutama jahe dan lengkuas,” ujar Ibu Rumah Tangga Nur Aini, kepada Cendana News, ditemui di Pasar Tradisional  Bantargebang, Sabtu (7/3/2020).

Amas, Kepala Pasar Baru Kranji, Sabtu (7/3/2020). –Foto: M Amin

Hal senada dikatakan Mulyadi, pedagang di Pasar Bantargebang. Dia mengaku harga tersebut mulai melonjak sejak seminggu terakhir, karena harga modal di pasar induk sendiri mengalami kenaikan.

“Harga di pasar Induknya memang sudah melonjak. Seperti serai harganya naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.000, kunyit Rp8.000. Harga jual ke konsumen tentu di atas harga modal,” papar Mulyadi.

Mulyadi menyebut, bahkan untuk Jahe di Pasar Induk saat ini sudah tidak ada. “Mencari lima kilogram jahe merah saja di pasar induk seluas itu susahnya setengah mati,” tukasnya.

Namun untuk jahe biasa masih ada, tapi harganya pun mengalami kenaikan dibanding harga biasa. Sementara dia mengakui untuk harga lengkuas, sudah lama mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp14.000an.

“Pokoknya harga kebutuhan bumbu dapur sejak seminggu terakhir ini makin tidak stabil. Kemungkinan karena virus corona ,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Pasar Kranji dikonfirmasi terpisah, mengakui khusus harga bahan pokok secara keseluruhan masih relatif stabil, dan tidak mengalami kenaikan.

Harga dimaksud seperti harga telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan minyak goreng dan lainnya masih tetap atau stabil.

Sementara untuk harga rempah-rempah, tidak termasuk  bahan pokok. Tapi, Amas menyatakan masih relatif stabil meski mengalami kenaikan tidak terlalu signifikan.

“Harga bumbu dapur itu biasanya mengalami lonjakan harga ketika menjelang lebaran,” ungkap Amas.

Hal senada juga disampaikan Maman, Kepala Pasar Jatiasih, bahwa harga sejumlah bahan pokok relatif stabil di Pasar Jatiasih. Begitu pun harga bumbu dapur seperti jahe, temulawak, serai dan lainnya  juga relatif stabil.

“Kalau di pasar Jatiasih, harga tidak naik, cuma barangnya langka pembelinya banyak,” terangnya.

Berikut Perkembangan Harga Bahan Pokok di beberapa pasar di Kota Bekasi. Harga rata-rata per komoditi Bahan Pokok Pasar Kranji Baru, hingga Jumat (6/3/2020)

Beras Medium Rp10.000/kg (tetap) Premium Rp.14.000/kg (tetap), Cabai rawit merah Rp 40.000/kg (tetap), cabai Merah Kriting Rp45.000/kg, (turun Rp5.000), Cabai Merah besar Rp70.000/kg; (tetap) dan Bawang Putih Rp35.000/kg (tetap), Bawang Merah Rp30.000/Kg (tetap).

Sementara untuk harga telur ayam ras Rp26.000/kg (tetap), Kentang Dieng Rp14.000/kg (tetap), Tomat Rp12.000/kg (tetap), Wortel Rp12.000/kg (tetap).

Lihat juga...