Indonesia Harus Tangguh Hadapi Segala Tantangan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Peringatan bulan Maret sebagai Bulan Soeharto adalah sebagai salah satu bentuk membumikan pesan almarhum Presiden Kedua RI, H.M Soeharto, untuk terus menyuarakan kedaulatan dan memajukan bangsa Indonesia seutuhnya.

Pada Maret sebagai bulan Soeharto tahun 2020, sengaja mengambil tema ‘Membangun Manusia Indonesia Seutuhnya’. Alasannya Indonesia harus terus berjaya dan tangguh menghadapi segala tantangan.

“Membangun manusia Indonesia seutuhnya. Memiliki makna lahir batin, supaya kita tangguh menghadapi segala tantangan,” ungkap Soehardjo Soebardi, Pembina Yayasan Harapan Kita (YHK) kepada Cendana News dalam peringatan Maret Bulan Soeharto di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (8/3/2020).

Dia berharap, melalui acara Maret Bulan Soeharto kedaulatan bangsa terus ditegakkan. Semua elemen harus terus menjaga kedaulatan bangsa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu dalam menegakkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun untuk membumikan kembali semangat pembangunan dan perjuangan H.M Soeharto. Khususnya dalam memajukan Bangsa Indonesia menjadi bermartabat di tingkat internasional melalui pemikiran dan semangat Soeharto.

Sementara Oetari Nur Permadi, praktisi pendidikan dan kebudayaan, menyampaikan, bahwa makna membangun Indonesia seutuhnya adalah membangun baik dari segi jasmani maupun rohani juga kecukupan kehidupan spiritualnya. Tema itu sendiri sejalan dengan amanat undang-undang.

Oetari Nur Permadi, praktisi pendidikan dan kebudayaan, mengajak generasi muda Indonesia terus mengenang jasa pemimpin dengan mengambil yang baik dan memperbaiki yang kurang, Minggu (8/3/2020). Foto: Muhammad Amin

“Masing-masing presiden memenuhi dengan caranya sendiri dan sesuai pada zamannya. Pak Harto memiliki kesempatan yang lama dan beliau memiliki strategi yang sangat terukur. Itu merupakan contoh yang baik dan harus terus ditularkan pada generasi penerus bangsa,” tukas Oetari.

Menurutnya, semua presiden adalah aset bangsa yang harus dihargai segala kekuatan dan kekurangannya, sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.

“Semua presiden itu pemimpin kita. Harus dihargai kekuatan dan kekurangan yang baik diambil yang kurang dilengkapi,” ujar Oetari.

Dia mengharapkan generasi muda tidak melupakan sejarah. Meski sudah lama ditinggal Soeharto, tetapi tidak melupakan bagaimana upaya beliau dalam terus mengisi pembangunan Indonesia seutuhnya.

“Generasi muda kita dan semua tentunya harus meneruskan upaya-upaya beliau. Menyesuaikan dengan tantangan zaman,” tandas Oetari.

Misalnya tambah Oetari, bisa dilakukan dengan mendiskusikan bersama, karena saat sekarang masyarakat sudah ingin bersuara. Seperti suara perempuan.  Oetari sendiri mengakui pertumbuhan penduduk juga kian meningkat.

Hal tersebut mungkin karena salah satu program Keluarga Berencana yang dulu sukses di era Soeharto mulai ditinggalkan. Begitu pun soal pendidikan, pentingnya ketahanan pangan yang mulai dikesampingkan.

Lihat juga...