Imbas Corona, Usaha Kelautan di Lamsel Tunda Jual Hasil

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pandemi virus Corona (Covid-19) berimbas pada sektor usaha budidaya kelautan. Hasran Hadi, pembudidaya rumput laut putih atau Eucheuma spinosum menyebut menunda penjualan.

Sebelumnya penjualan rumput laut kering spinosum digunakan untuk tujuan ekspor ke Jepang dan Taiwan. Penjualan bahan baku makanan, kosmetik itu sementara ditunda hingga waktu tak terbatas.

Hasran Hadi menyebut sejumlah pengepul yang menghentikan sementara pembelian jadi faktor utama. Sebelumnya distribusi rumput laut kering dilakukan oleh pembudidaya ke pengepul secara rutin sepekan sekali.

Penundaan penjualan disebut warga Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) itu diantisipasi dengan proses penyimpanan rumput laut kering dengan plastik kedap udara.

Rumput laut kering yang dihasilkan rata-rata 2 ton dari sejumlah pembudidaya akan dibawa pengepul ke Panjang. Pengepul di Panjang akan melakukan pengiriman komoditas tersebut ke negara pemesan.

Imbas pencegahan Covid-19 saat pembatasan kapal dari dan ke luar negeri ikut berdampak bagi sektor usaha budidaya rumput laut.

“Hasil budidaya rumput laut banyak diminati untuk pasar luar negeri namun karena langkah pencegahan virus Corona ikut berdampak bagi usaha budidaya rumput laut yang hasilnya untuk tujuan ekspor,” beber Hasran Hadi, saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (20/3/2020).

Stok rumput laut kering yang disimpan menurut Hasran Hadi akan digunakan untuk penjualan lokal. Sebab pada bulan April mendatang memasuki bulan Ramadan rumput laut banyak dibutuhkan untuk bahan pembuatan minuman.

Penjualan rumput laut untuk tujuan ekspor diakuinya akan menunggu kondisi normal. Sebab selama pandemi global Covid-19 sektor perdagangan lintas negara ikut terdampak.

Penundaan penjualan hasil budidaya rumput laut spinosum diakui juga oleh Sanuri. Pemilik usaha budidaya rumput laut di Desa Legundi itu mengaku penjualan rumput laut tujuan ekspor sementara ditunda.

Sanuri, pembudidaya rumput laut di pantai Desa Legundi, Kecamatan Ketapang Lampung Selatan, Jumat (20/3/2020) – Foto: Henk Widi

Program pemerintah melakukan social distancing atau menjaga jarak sosial berimbas pada sektor perdagangan rumput laut.

“Bagi pembudidaya rumput laut interaksi dengan orang lain bisa dibatasi namun transaksi di tempat pengepulan sementara dihentikan,” bebernya.

Meski dihentikan sementara, Sanuri menyebut harga rumput laut belum alami kenaikan. Satu kilogram rumput laut kering menurut Sanuri tetap seharga Rp10.000.

Ia mengaku cukup beruntung sebab rumput laut kering yang memiliki keragian tinggi bisa disimpan dalam waktu lama. Penjualan dengan sistem eceran dilakukan bagi pedagang kuliner minuman.

Penjualan sistem eceran rata-rata 20 kilogram per hari menurutnya mulai berkurang. Sebab social distancing yang dilakukan pemerintah dengan pembelajaran jarak jauh, kerja di rumah berimbas usaha kuliner sepi pelanggan.

Sejumlah sekolah yang diliburkan mengakibatkan sejumlah pemilik usaha kuliner berhenti berjualan sementara.

“Saat pengepul tidak membeli rumput laut dalam jumlah banyak ada pedagang kuliner namun akibat Covid-19 pembelian juga menurun,” cetusnya.

Selain pada sektor usaha budidaya kelautan, usaha pengolahan ikan tangkap ikut terdampak Covid-19. Asnawati, salah satu pembuat ikan asin di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, menyebut, ikan kering miliknya sepi pembeli.

Asnawati, pemilik usaha pengeringan di Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi Lampung Selatan tetap berjalan normal di tengah langkah pemerintah memberlakukan social distancing imbas Corona, Jumat (20/3/2020) – Foto: Henk Widi

Sebelumnya pemesan merupakan sejumlah pedagang dari sejumlah pasar tradisional. Namun sepinya sejumlah pasar ikut mempengaruhi usahanya.

“Ikan asin yang kami produksi kerap diambil sepekan sekali sekarang dua pekan belum diambil pengepul,” tegasnya.

Penjualan ikan asin di pasar tradisional diakuinya mulai berkurang. Sebab penerapan social distancing berimbas warga membatasi bepergian ke pasar. Sebagai solusi ia melakukan pengemasan ikan asin untuk dijual dengan sistem online.

Sejumlah warung menjual berbagai jenis ikan asin yang dikemas dan akan diantar oleh jasa ojek. Cara tersebut membuat ia tetap bisa mendapatkan hasil meski tidak sebanyak seperti sebelum ada Covid-19.

Lihat juga...