Gubernur Sultra: BKKBN Sejalan dengan Gerbarata

KENDARI  – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi, mengatakan, program BKKBN yang tertuang dalam program Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana (Banggakencana) sejalan dengan strategi pembangunan daerah Sultra melalui Gerakan Pembangunan Terpadu Wilayah Daratan dan Lautan/Kepulauan atau Gerbarata.

“Program sejalan yang dimaksud, khususnya pembangunan yang bertumpu pada pusat-pusat pertumbuhan yang bertujuan untuk mengakselerasikan pembangunan di wilayah jazirah dan kepulauan Sulawesi Tenggara, dengan menyinergikan seluruh potensi sumber daya manusia secara optimal agar dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Gubernur Sultra, Ali Mazi, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten III Setda Pemprov Sultra Zanuriah pada Rakerda BKKBN Sultra 2020 di Kendari, Kamis.

Dia mengatakan, menjalankan program kependudukan dengan baik merupakan upaya mewujudkan keluarga sejahtera, sebagai langkah untuk menghadirkan sumber daya manusia berkualitas.

“Fakta membuktikan, kesuksesan program kependudukan berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusia. Sebaliknya kegagalan dalam mengelola kependudukan akan berdampak buruk pada pembangunan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Menurut dia, BKKBN yang berdiri sekitar tahun 70-an telah memberikan andil besar terhadap pengaturan laju pertumbuhan penduduk dan mempengaruhi struktur piramida kependudukan.

“Sumbangan yang dirasakan dari pengaturan pertumbuhan penduduk adalah bonus demografi, yaitu suatu keadaan dimana jumlah usia produktif lebih besar dari usia nonproduktif, merupakan keuntungan ekonomi yang disebabkan oleh menurunnya rasio ketergantungan sebagai hasil proses penurunan fertilitas jangka panjang,” katanya.

Dijelaskan, bonus demografi telah terjadi saat ini dan puncaknya pada Tahun 2025-2030 dan tidak akan terulang lagi pada periode berikutnya.

Bonus demografi, katanya, apabila dimanfaatkan dengan baik akan menjadi peluang dan potensi. Sebaliknya jika tidak mampu dikelola akan menjadi bencana dan malapetaka.

“Negara yang berhasil melalui bonus demografi adalah Jepang. Jepang mampu mengelola tenaga kerja produktif sehingga mampu menjadi negara maju. Memang, untuk Sulawesi Tenggara tidak atau belum mendapatkan bonus demografi, namun demikian situasi ini dapat berubah, agar bonus demografi itu bisa diwujudkan di Sulawesi Tenggara ada lima prasyarat, yaitu kualitas pendidikan, kualitas kesehatan, tersedianya lapangan kerja, pengaturan laju pertumbuhan penduduk, dan migrasi,” katanya.

Sulawesi Tenggara, kata dia, sedang dan telah mempersipakan ini dengan program-programnya, seperti Sultra Cerdas, Sultra Sehat, dan Sultra Produktif.

“Kami sedang membangun RS Jantung Bertaraf Internasional, kami sedang membangun perpustakaan berkonsep internasional,” katanya.  (Ant)

Lihat juga...