Gubernur: Belum Ada Pasien Positif Covid-19 di Sumbar
Editor: Koko Triarko
PADANG – Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, memastikan hingga Rabu (18/3) pukul 16.00 WIB, belum ada warganya yang positif Covid-19. Data tersebut berdasarkan hasil laporan perkembangan Covid-19 dari RSUP M Djamil Padang.
“Termasuk juga hasil penelitian sampel pasien suspect Corona yang telah keluar dari Laboratorium Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” ujarnya, dalam jumpa pers di Padang, Rabu (18/3/2020).
Ia menjelaskan, empat hasil penelitian laboratorium Balitbangkes Kementerian Kesehatan dinyatakan negatif. Termasuk salah satu pasien yang meninggal asal Kabupaten Pesisir Selatan, usai melaksanakan umrah.
Irwan juga mengungkapkan, saat ini masih ada 11 pasien yang diisolasi di RSUP M Djamil Padang. Dari pasien yang masuk tersebut kemudian dilakukan pemilahan, ada dua yang masuk isolasi, sedangkan yang delapan pasien sudah pulang dan masuk daftar orang dalam pemantauan (ODP).
“Dari 11 yang diisolasi sekarang, menunggu hasil pemeriksaan sampel dari Laboratorium Balitbangkes Kementerian Kesehatan. Termasuk yang meninggal penumpang maskapai penerbangan Air Asia, beberapa waktu, lalu. Jadi, kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium pusat,” ujar Irwan.
Gubernur juga menyebutkan, orang dalam pemantauan (ODP) sebagian sudah ada yang bebas. Termasuk dari Kota Bukittinggi yang pulang dari Malaysia dicek juga tidak positif.
Dikatakannya, berdasarkan data dari Ketua Gugus Percepatan Penanganan Virus Corona Tingkat Provinsi Sumatra Barat, Erman Rahman, menyebutkan, berdasarkan laporan perkembangan Covid-19, data ODP, 18 Maret sebanyak 15 orang. Sementara, total ODP dari 5 hingga 18 Maret 2020 mencapai 1.486 orang.
Irwan mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan pihak rumah sakit dan rumah sakit rujukan RSUP M Djamil dan RSUD Achmad Mochtar, diputuskan, jika ada pasien yang masuk ke rumah sakit di daerah, agar jangan langsung dikirim ke RSUP M Djamil maupun RSUD Achmad Mochtar.
Karena jika seluruhnya dikirim, bisa penuh rumah sakit rujukan. Menurut Irwan, hampir semua rumah sakit di daerah sudah ada spesialis paru-paru, kecuali rumah sakit di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
“Jadi harus benar-benar selektif, apakah dirujuk atau tidak,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Nasrul Abit, mengatakan, tidak semua orang yang pilek dan batuk dikirim ke RSUP M Djamil atau dirujuk. Seluruh rumah sakit di daerah berhak dan bertanggung jawab penuh untuk memeriksa pasien.
“Kalau dikirim juga akan diseleksi dulu,“ tegasnya.
Sementara terkait persiapan RS Unand sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk isolasi pasien suspect Corona, Wagub mengatakan, dalam tiga hari ke depan, rumah sakit ini sudah bisa digunakan dan dijadikan tempat untuk isolasi.
“Sekarang di RS Unand ini sedang disiapkan kamar mandinya. Juga termasuk dari rumah sakit swasta disiapkan, jika ada pasien yang masuk,” ujarnya.
Dalam persiapan antisipasi penyebaran virus Corona, Pemprov Sumbar juga menunggu alat perlindungan diri (APD) yang sudah dipesan untuk mem-backup rumah sakit rujukan.
“Malam ini atau besok sudah datang. Alat thermo gun juga sudah beli banyak, akan diberikan ke sekolah-sekolah untuk pemeriksaan pencegahan. BIM sudah dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan thermo gun, termasuk juga kantor- kantor dan rapat rapat juga dilakukan pemeriksaan thermo gun,” terangnya.