Ganjar Ajak Bersatu Lawan Corona dan Tak Produksi Hoaks
Editor: Makmun Hidayat
SEMARANG — Pemprov Jawa Tengah memastikan seluruh jajaran di tingkat kabupaten/kota, sudah siap menghadapi penyebaran virus corona. Termasuk menambah jumlah rumah sakit pendukung, dari sebelumnya 13 rumah sakit rujukan, menjadi 59 rumah sakit.
Tidak hanya itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga meminta agar masyarakat tidak lagi mengeluarkan kalimat-kalimat nyinyir apalagi memproduksi hoaks. Karena persebaran informasi yang salah akan membuat situasi lebih buruk, dan semakin membuat panik.
“Kita mesti bersatu, hilangkan hoax, hilangkan nyinyir. Kita butuh kekuatan. Apa yang terjadi di Indonesia dan dunia jadi tanggung jawab kita. Mari kita melawan dengan baik,” paparnya saat ditemui di Semarang, Sabtu (14/3/2020).
Pihaknya juga sudah intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat maupun kabupaten/kota, agar bersatu padu menghadapi Covid-19. Baik dalam menyajikan data maupun penanganan.
Termasuk mengeluarkan Surat Edaran bernomor 440 /0005942 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus (Covid-19) di Jateng.
“Ada empat hal yang saya sampaikan, dalam upaya pencegahan dan pengendalian virus corona. Kita lakukan koordinasi, sosialisasi dan edukasi mengenai upaya pencegahan dan pengendalian, kepada elemen masyarakat dan pelaku usaha sesuai kewenangannya,” terangnya.
Seluruh instansi pun dimintanya untuk melakukan pencegahan, dengan menyediakan berbagai peralatan dan kebutuhan pengecek kondisi tubuh. Termasuk , hand sanitizer atau sabun anti bakteri di berbagai fasilitas dan tempat umum.
“Saya juga instruksikan, agar dilakukan penundaan atau membatasi kegiatan yang menghadirkan orang banyak pada tempat tempat umum. Selain itu, segera bentuk posko informasi terpadu di masing-masing instansi,” kata Ganjar.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menambah 46 rumah sakit untuk memback up, 13 rumah sakit rujukan corona, yang sudah ditetapkan sebelumnya.
“Kita sudah menyiapkan 13 rumah sakit dengan ruang isolasi yang ada, namun melihat perkembangan dan situasi, per hari ini, kita tambahkan 46 rumah sakit untuk mem-back up . Jadi saya berharap masyarakat tetap tenang,” tandasnya.
Dijelaskan, karena rawan resistensi, seluruh lapisan pemerintahan mesti bersatu padu menghadapi Covid-19. Baik dalam menyajikan data maupun penanganan.
“WHO sudah menetapkan corona sebagai pandemi, artinya ini sudah menjadi masalah global. Dunia pun menghadapi ini dengan kekuatan yang dimiliki, kita mesti berkontribusi. Kita butuh gotong royong, Negara bertanggung jawab atas semua ini,” kata Ganjar.
Sementara untuk informasi terpadu yang disiapkan Pemprov Jateng, pihaknya telah membuka layanan pengaduan dan penanganan Covid-19 di Dinas Kesehatan Jateng melalui nomor telepon (024) 3580713 atau hotline corona di 119 ext 9.