Diprotes Warga, Penyematan Jalan Ki Ijo Tetap Diresmikan
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Meski mendapatkan protes dari warga terkait pergantian nama jalan Jalan Permata Raya sampai SS Surya Mandala menjadi Jalan Ki Ijo bin Beih, tetap diresmikan oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Senin (16/3/2020).
Peresmian jalan Ki Ijo bin Beih di wilayah Kelurahan Pekayon Jaya Bekasi Selatan, diwarnai protes dari warga RT 09/01 Perumahan Permata Pekayon. Mereka menolak nama jalan Permata Raya yang melintasi komplek mereka diganti karena sudah puluhan tahun.
“Nama jalan utama perumahan kami, Jalan Permata Raya. Nama itu sudah 24 tahun kenapa diganti dengan nama Ki Ijo bin Beih. Lagian tanpa ada koordinasi,” ungkap Mihsan Perwiranegara, Ketua RT.09/01 Perumahan Permata Pekayon, kepada Cendana News, Senin (16/3/2020).
Mihsa, mengaku protes yang dilakukan tersebut atas persetujuan warganya, yang menolak nama jalan Permata diganti menjadi Ki Ijo. Protes resmi juga sudah disampaikan di kelurahan, kecamatan bahkan ke DPRD Kota Bekasi. Tapi tetap belum ada titik temu tapi jalan tersebut sekarang sudah diresmikan dan jalan utama Permata Pekayon ikut diganti.
Dia mengisahkan bahwa awalnya komplek Perumahan Permata yang terletak di jalan Permata, Kelurahan Pekayon tersebut dibatasi tembok sebagai pembatas perumahan dengan komplek perkampungan. Tapi oleh pemerintah kota Bekasi untuk membuat jalan baru maka tembok diujung perumahan dijebol.
“Harusnya mulai pagar yang dijebol diujung perumahan sampai ke Suryamandala menggunakan nama Ki Ijo bin Beih terserah mereka karena batas tembok yang dijebol itu sendiri belum ada nama. Tapi jalan Permata Raya jangan diutak-atik lagi karena sudah 24 tahun, dan semua dokumen warga menggunakan jalan Permata,” tukasnya.

Mihsan, mengaku atas tetap diresmikan jalan Ki Ijo bin Beih, mengganti nama Jalan Permata Raya masih menunggu jawaban dari pemerintah atas protes yang telah disampaikan.
“Kalo tetap tidak direspon maka kami internal warga akan mencari langkah lain,” tandasnya mengaku nama jalan baru tersebut tidak ada komunikasi dengan warga.
Mihsan bahkan mengaku kaget tiba- tiba dapat undangan peresmian, harusnya ada komunikasi karena warga sebelumnya sudah menolak nama jalan diganti khusus untuk jalan Permata Raya.
“Kami tidak mempersoalkan Wali Kota Bekasi memberi penghargaan kepada siapa pun. apalagi para pejuang. Makanya kami usulkan nama Jl. Ki Ijo bin Beih dimulai dari batas perumahan Permata sampai Perumahan Mandala (Kelurahan Jakasetia),” tuturnya.
Dia juga memaparkan bahwa Pemkot Bekasi, hanya memperbaiki jalannya saja tapi saluran air tidak hanya di sekitar rumah wali kota saja yang diperbaiki sehingga jika hujan air pun tumpah ke Perumahan Permata yang lebih rendah.
“Pada awal tahun 2020 dan pada 25 Februari lalu banjir di pemukiman warga mencapai 80 centimeter,” tandasnya.
Diketahui Pemerintah Kota Bekasi berdasarkan Surat Keputusan Nomor 650/Kep.566-Distako/12/2016 menyematkan nama Ijo bin Beih sebagai nama jalan di bilangan Bekasi Selatan.
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi saat peresmian mengatakan pemberian nama Jalan Ijo Bin Beih tak lain untuk mengenang Ki Ijo bin Beih sebagai bentuk penghargaan.
“Jalan Ijo Bin Beih sudah resmi sudah ada surat keputusannya,” jelas Bang Pepen sapaan akrabnya.
Menurutnya penyematan nama jalan tersebut untuk menghormati jasa Ki Ijo dan demi semangat persatuan maka tepat nama Ijo bin Beih untuk nama jalan. Setelah meresmikan nama jalan, sejumlah pejabat dilanjutkan menyusuri Jalan Ijo Bin Beih.
Sementara tokoh masyarakat Kota Bekasi, juga Ketua FKUB Abdul Manan menjelaskan sebelumnya jalan yang diberi nama Jalan SS Permata – SS Surya Mandala dan pengambilan nama Ijo bin Beih didasarkan pada riwayat perjuangan beliau saat mempertahankan kemerdekaan di Bumi Patriot.
Ki Ijo bin Beih merupakan seorang jawara pejuang, dan almarhum membentuk laskar Pekayon dalam rangka mempertahankan kemerdekaan di tapal batas dan saat ini di pusara makam beliau ditancapkan bambu dan bendera Merah Putih.
“Setelah diskusikan oleh tim yang disampaikan ke Wali Kota Bekasi diberi nama Jalan Ijo bin Beih dengan tujuan untuk mensosialisasi tokoh bangsa khususnya Bekasi, dan menghormati jasanya,” kata Abdul Manan.