Dermaga di Bakauheni Rusak, Pelayanan Penumpang Dialihkan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Kerusakan jembatan gerak (movable bridge) penghubung dari fasilitas pejalan kaki (gangway) belum diperbaiki.
Imbas ditabrak KMP Munic 9 pada Senin (9/3/2020), bagian pagar pembatas atau railing jembatan gerak masih dibiarkan patah. Tali pembatas dan kursi kayu warna merah digunakan sebagai penanda fasilitas itu tidak bisa dioperasikan.

Pasca insiden ditabrak KMP Munic 9 aktivitas pelayanan penumpang pejalan kaki dialihkan ke dua dermaga. Dua dermaga yang masih memiliki jembatan gerak meliputi dermaga satu dan dermaga tiga.
Iwan Syahrial, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni,Lampung menyebut fasilitas belum diperbaiki.
Pelayanan diakuinya tetap berjalan normal untuk penumpang dengan kendaraan. Perbaikan fasilitas jembatan gerak akan dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry berkoordinasi dengan perusahaan kapal.
Fasilitas jembatan gerak menurutnya hanya difungsikan bagi sejumlah kapal yang memiliki dua pintu. KMP Farina Nusantara,KMP Titian Nusantara yang hanya memiliki pintu penumpang di bagian depan sementara tidak melayani pejalan kaki.
“Pelayanan penumpang pejalan kaki diarahkan di dermaga satu dan tiga namun untuk kendaraan bongkar muat tetap bisa dilayani karena memakai fasilitas ramdoor pada kapal,” ungkap Iwan Syahrial saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni, Rabu (11/3/2020).
Kerusakan pada gangway di dermaga dua akibat tertabrak kapal terjadi akibat cuaca buruk. Peristiwa tertabraknya jembatan gerak pada gangway dermaga dua sebelumnya terjadi pada November 2019 saat ditabrak KMP Mustika Kencana milik perusahaan PT Dharma Lautan Utama.
Kejadian rusaknya gangway kembali terulang akibat ditabrak KMP Munic 9 milik perusahaan PT Munic Line.
Selama jembatan gangway belum diperbaiki kapal yang sandar di dermaga dua disebutnya hanya melayani kendaraan.
Upaya perbaikan disebutnya akan dilakukan secepatnya untuk memudahkan pelayanan. Sementara itu KMP Munic 9 yang menabrak fasilitas gangway menjalani proses labuh jangkar (anchor). Sebab bagian railing atau pagar pembatas kapal bagian haluan mengalami kerusakan.
“Kondisi cuaca perairan sedang tidak bersahabat sehingga nahkoda diimbau agar waspada,” tegasnya.
Meski penumpang pejalan kaki belum bisa dilayani kapal di dermaga dua, pilihan dermaga lain bisa digunakan.
Syaifullail Maslul, humas PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebut tiga dermaga tetap melayani penumpang pejalan kaki. Dermaga tersebut menurutnya meliputi dermaga eksekutif anjungan agung Bakauheni, dermaga satu dan dermaga dua.

“Perbaikan akan dilakukan secepatnya agar pelayanan penumpang pejalan kaki bisa berjalan normal,” tegasnya.
Tertabraknya fasilitas jembatan gerak pada gangway dermaga dua disebutnya tidak mengganggu pelayanan.
Terlebih dalam sehari dioperasikan sebanyak 28 kapal roll on roll off (Roro). Sebanyak 28 kapal disebutnya melayani terminal eksekutif dan lima dermaga reguler. Pengguna jasa yang akan menyeberang dari Bakauheni ke Merak disebutnya bisa memilih dermaga yang ada.