Waspadai Sejumlah Penyakit di Musim Hujan

Editor: Koko Triarko

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kota Malang, drt. Husnul Muarif saat ditemui di kantornya, Senin (24/2/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

MALANG – Memasuki musim penghujan, banyak penyakit yang kerap mengintai kesehatan tubuh. Apalagi, jika daya tahan tubuh seseorang sedang menurun. Karenanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Malang meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit yang sering menyerang pada saat musim hujan.  

“Pada musim penghujan, ada beberapa jenis penyakit yang perlu diwaspadai, karena kerap menyerang kesehatan tubuh manusia. Di antaranya penyakit saluran pencernaan (diare), infeksi saluran pernapasan akut dan demam berdarah,” sebut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kota Malang, Dokter Husnul Muarif, saat ditemui dikantornya, Senin (24/2/2020).

Menurut Husnul, di musim hujan biasanya bakteri jahat, virus, hingga mikroorganisme mudah menyebar dan mengontaminasi makanan dan minuman. Lalat menjadi salah satu penyebab penularan tidak langsung pada gangguan saluran pencernaan seperti diare.

“Untuk menghindari penyakit diare, usahakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebelum dan sesudah makan, maupun sesudah dari kamar mandi usai buang air. Serta menutup makanan, agar tidak dihinggapi lalat,” ucapnya.

Sedangkan penyakit infeksi saluran pernapasan lebih disebabkan oleh perbedaan suhu atau perbedaan iklim dari dingin ke panas maupun sebaliknya.

“Misalnya, pagi hari udaranya panas, kemudian sorenyanya dingin. Itu yang menyebabkan gangguan di saluran pernapasan yang biasanya diawali dengan gejala batuk dan pilek,” jelalsnya.

Karena penyebabnya adalah perbedaan iklim atau cuaca, sambungnya, sehingga kalau keluar rumah memakai kendaran disarankan memakai masker, untuk mengurangi polusi-polusi yang akan masuk ke saluran pernapasan.

Selain dua penyakit tersebut, juga penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti. Untuk mencegah terjadinya penyakit DBD, Husnul mengaku sejak Oktober 2019 telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk membersihkan tempat-tempat perindukan nyamuk.

“Jadi tempat yang bisa menampung sisa air hujan harus dibersihkan. Kemudian juga untuk di dalam rumah, misalkan tempat gantungan baju yang biasanya menjadi tempat tinggalnya nyamuk, harus juga dibersihkan,” terangnya.

Kalau sudah menjaga di bagian dalam rumah, baru selanjutnya di lingkungan. Misalnya, kalau ada kaleng bekas, ban bekas itu juga harus dibuang, agar tidak menjadi tempat penampungan air hujan, demikian Husnul.

Lihat juga...