Wagub Sumbar Imbau Warga Tak Resah Soal Bawang Putih

Editor: Koko Triarko

PADANG – Harga bawang putih di sejumlah pasar di Sumatra Barat terhitung tinggi, menyusul berkurangnya impor komoditas tersebut dari Cina. Namun pemerintah pusat memastikan, bahwa sejauh ini stok bawang putih secara nasional masih cukup hingga Maret 2020.

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan kementerian, masih ada stok bawang putih secara nasional hingga Maret nanti. Bila terjadi kekurangan stok di Sumatra Barat, bisa disampaikan ke pemerintah pusat.

“Soal impor adalah kewenangan pemerintah pusat, kita di daerah hanya bisa mengusulkan permintaan untuk kebutuhan bawang putih. Jadi, masyarakat tidak perlu resah terkait mahalnya harga bawang putih ini,” katanya, Selasa (11/2/2020).

Nasrul juga telah meminta kepada dinas pangan provinsi untuk mempersiapkan surat pengusulan permintaan penambahan pasokan bawang putih. Apalagi, sebentar lagi akan datang bulan Ramadan.

“Seperti halnya di Pasar Raya Padang, harga bawang putih tetap bertengger di angka Rp50 ribu – Rp55 ribu per kilogram. Padahal normalnya hanya Rp25 ribu per kilogramn, kita tentunya akan berupaya harganya normal kembali,” ujarnya.

Ia berharap kepada pedagang untuk tidak mempermainkan harga bawang ini, mengingat kondisi pasokan bawang secara nasional hanya hingga Maret nanti.

“Dulu, harga cabai merah mahal, ada pedagang yang sengaja bermain. Nah, untuk harga bawang putih ini, saya berharap pedagang jangan lakukan hal demikian,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatra Barat, Effendi, mengatakan, sejauh ini pihaknya terus memantau pasokan yang masuk ke pasar. Ia mengakui saat ini di Gedung Inflasi memang tidak menyimpan komoditi bawang putih.

“Sesuai arahan dari Pak Wagub, kita dinas pangan akan mengirimkan surat untuk meminta tambahan pasokan bawang putih impornya. Tapi, tentunya kita lihat dulu beberapa hari ke depan, bagaimana kondisi di lapangan,” ujarnya.

Lihat juga...