Wagub Sumbar Dorong Pelajar SMK Mengabdi di Desa
Editor: Koko Triarko
PADANG – Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mendorong para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) turut mengabdi ke desa-desa. Cara itu dinilai dapat menambah wawasan dan kesiapan mental dalam praktik lapangan bagi pelajar yang mengikutinya.
Menurutnya, dengan keilmuan yang dimiliki pelajar SMK, diperkirakan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat di desa. Setidaknya, kebaradaan dana desa, dapat menunjang peran yang pelajar SMK selama mengabdi di desa.
“Ini ide yang terpikir oleh saya, apalagi pas bertemu dengan DPR RI Komisi X hari ini, sekaligus saya sampaikan. Ternyata direspons positif oleh anggota DPR RI,” katanya, ketika mendampingi kunjungan Komisi X DPR RI ke Politeknik Negeri Padang, Kamis (6/2/2020).
Nasrul menilai, berbagai latar jurusan SMK di Sumatra Barat akan dapat memberikan banyak manfaat. Seperti SMK Pertanian, dapat turun ke pertanian masyarakat, memberikan edukasi seputar pertanian.
Begitu juga untuk jurusan SMK Kesehatan, mungkin bisa membantu masyarakat desa dari bidang kesehatan yang didampingi oleh petugas medis di setiap desa. Sehingga, dengan adanya pengabdian seperti itu, memberikan pengalaman, sekaligus praktik lapangan.
“Kita perlu memberikan mereka ini kebebasan berekspresi, ya dengan cara melibatkan mereka dengan berbagai kegiatan di desa. Saya rasa hal ini perlu dibicarakan lebih detail lagi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, mengatakan, ide Pemprov Sumatra Barat untuk menerjunkan pelajar SMK ke desa-desa adalah hal yang bagus. Karena secara tidak langsung, hal tersebut dapat membentuk karakter para pelajar.
“Pendidikan berkarakter adalah hal utama, seperti halnya rencana untuk melibatkan pelajar ke desa, secara tidak langsung telah memberikan pendidikan berkarakter,” jelasnya.
Untuk itu, Dede juga turut mendorong kepada SMK di Sumatra Barat dapat bersedia bekerja sama dengan setiap desa. Cara yang perlu dilakukan ialah melakukan kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, pihak sekolah, dan Pemerintah Desa.
“Sekarang ada dana desa Rp1 miliar setiap desa. Jika ada anggaran yang bisa untuk pengabdian pelajar SMK itu, alangkah lebih baik. Karena manfaatnya untuk pembangunan desa, juga untuk kemajuan kemampuan dari generasi muda kita,” ungkapnya.
Namun, Dede berharap kepada Pemprov Sumatera Barat untuk meningkatkan sarana dan prasarana di setiap SMK, agar kemampuan belajar dan praktik makin bagus. Jika tidak didukung oleh sarana dan prasarana sekolah, akan sulit juga saat melakukan pengabdian masyarakat.
“Ide ini juga bakal kita bahas di jajaran DPR RI, karena inovasi untuk SMK ini bagus. Saya berharap, pelajar SMK ini tidak hanya puas tingkat SMK, tapi bisa lanjut ke perguruan tinggi,” harapnya.
Menurutnya, di Sumatra Barat memiliki perguruan tinggi yang bagus menampung para pelajar. Seperti di Politeknik Negeri Padang yang berada di lingkungan kampus Universitas Andalas, memiliki kampus yang memadai.
“Silakan pilih kampus mana yang mau, tapi ingat, jangan sia-siakan kesempatan,” tegasnya.