TPIP Siapkan Sejumlah Langkah Strategis Jaga Inflasi 2020
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) bertekad menjaga tren inflasi tetap berada di posisi terendah pada tahun 2020 ini. Setidaknya ada empat langkah strategis yang telah dipersiapkan untuk merealisasikan target tersebut.
“Pertama, kita akan menjaga inflasi volatile food dalam kisaran 4 persen. Caranya dengan memperkuat empat pilar strategi yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif,” ujar Ketua TPIP sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Kamis (13/2/2020) di Jakarta.
Langkah yang kedua, kata Airlangga, adalah meningkatkan efektivitas program-program perlindungan sosial dan penyaluran subsidi yang tepat sasaran.
“Ini juga dalam rangka memastikan daya beli masyarakat agar tetap terjaga,” tandasnya.
Langkah ketiga, memperkuat sinergi komunikasi untuk mendukung pengelolaan ekspektasi masyarakat. Dan langkah keempat yaitu memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi.
Airlangga mengatakan bahwa di tahun 2019, TPIP telah berhasil menekan inflasi di angka 2,72 persen. Pencapaian itu merupakan yang terendah dalam dua dekade terakhir, dan sekaligus melanjutkan tren terjaganya realisasi inflasi pada kisaran sasaran selama lima tahun terakhir.
“Keberhasilan menjaga inflasi 2019 tidak lepas dari disumbang penurunan inflasi inti 3,2 persen yoy dan minimnya inflasi administered prices (AP) 0,51 persen yoy. Sedangkan inflasi volatite food (VF) meningkat 4,3 persen yoy, namun masih terjaga di bawah 5 persen sesuai kesepakatan TPIP 2019,” tukas Airlangga.
Selain itu, Airlangga menyatakan bahwa inflasi yang terus menurun dan terkendali dalam sasaran, dipengaruhi juga oleh semakin terjangkarnya ekspektasi inflasi dan terjaganya kestabilan nilai tukar.
“Ini semua merupakan hasil penguatan koordinasi kebijakan antara Pemerintah dan Bank Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah,” imbuhnya.