PMI Sumbar Butuh Tambahan Dana Operasional
PADANG – Palang Merah Indonesia Sumatra Barat berharap penambahan dana hibah untuk menunjang pelaksanaan operasi kemanusiaan dan kebencanaan, mengingat daerah tersebut rawan bencana.
“Di Sumbar selain donor darah, peranan PMI ada pada tugas-tugas kebencanaan bersama-sama dengan pemangku kepentingan lain, tentu untuk melaksanakan fungsi ini butuh dukungan dana operasional dalam menunjang kegiatannya,” kata Ketua PMI Sumbar, Aristo Munandar, di Padang, Kamis (6/2/2020).
Menurut dia, palang merah tidak hanya identik dengan donor darah. Lebih dari itu, hampir seluruh aspek kemanusiaan di tengah peperangan, konflik dan bencana, Palang Merah hadir.
“Sebagai salah satu elemen operasi kemanusiaan saat bencana tiba, PMI memerlukan biaya yang besar juga. Padahal, sepanjang lima tahun terakhir , bantuan dana hibah dari APBD Sumbar hanya Rp1,5 miliar, ujarnya.
Selain itu, saat ini kendaraan operasional yang ada sudah tua bekas operasional gempa Aceh 2004. Ia berharap Pemprov maupun DPRD memberi tambahan dana hibah lagi.
Padahal , kata dia, salah satu keharusan paling lama setelah bencana harus ada di lokasi, sehingga butuh kendaraan yang andal.
Menurutnya, saat ini selain berharap dari donasi bulan dana PMI dan sebagainya, PMI mendapat bantuan dari APBD, tapi tetap saja sulit tiap kali harus turun melaksanakan operasi kemanusiaan, karena jumlahnya terbatas.
Sementara Sekretaris PMI Sumbar, Sultani Wirman, menyebutkan agar operasional PMI berjalan lancar dan tugas dapat dilakukan optimal, diperlukan bantuan hibah sebesar Rp2 miliar sampai Rp2,7 miliar setahun.
“Ada kendaraan operasional yang harus diganti dan ditambah, termasuk tambahan sejumlah peralatan medis di klinik PMI,” ujarnya.
Ia menyampaikan, penambahan anggaran sudah disampaikan oleh pengurus PMI kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang jugas Sekdaprov Sumbar, Alwis.
“Kami sudah bertemu dengan Sekda, Kepala Dinas Sosial, BPBD untuk menyampaikan soal perlunya tambahan dukungan APBD untuk PMI ini. Alhamdulillah, sudah direspons, dan katanya akan dilakukan pada anggaran perubahan nanti. Berapa besarannya kita tunggu saja,” kata Aristo.
Menanggapi hal itu, Sekdaprov Sumbar, Alwis, yang juga menjadi anggota Dewan Kehormatan PMI, mengatakan PMI memang dibutuhkan, terutama untuk tugas-tugas kemanusiaan di daerah ini.
“Banyak bencana memerlukan banyak relawan yang turun untuk membantu. BPBD saja tidak akan cukup, perlu PMI dengan relawannya, perlu Tagana (Taruna Siaga Bencana), perlu KSB (Kampung Siaga Bencana), Parmuka, PMR, Orari dan lainnya,” ujarnya. (Ant)